Pondok Pesantren Syekh Salman Daim Menggelar Salat Id Selama Dua Hari
Jemaah menyempatkan waktunya mendoakan sang Tuan Guru Almarhum Syekh Salman Daim yang dimakamkan dekat pondok pesantren
Penulis: Alija Magribi | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN
Pondok Pesantren Syekh Salman Daim yang merupakan kebanggaan Jemaah Tareqat Naqsyabandiyah Al Cholidyah Jalaliyah Sumatra Utara diketahui telah menggelar dua kali Salat Id dalam dua hari terakhir, Jumat-Sabtu (22-23/5/2020).
Adapun penyebabnya adalah perbedaan pandangan dan perhitungan hari penentuan awal Ramadan.
Tentunya hal tersebut membuat perayaan Idul Fitri yang jatuh 1 Syawal 1441 Hijriyah mengalami perbedaan waktu.
Kendati adanya perbedaan ini, para jemaah tak mempermasalahkan hal tersebut dan merasa tak perlu membesar-besarkannya.
"Ya, gak masalah. Silang pendapat wajar. Namun seiring berjalannya waktu kita akan coba berdiskusi hingga sampai pada kesatuan pandangan yang sama," ujar salah seorang pengurus, jelang Salat Id yang dilaksanakan pada hari Sabtu (23/5/2020) pagi tadi.
Sehari sebelumnya Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah juga melaksanakan ibadah salat yang sama di Pondok Pesantren Syekh Salman Daim.
Selain di sini, Salat Id pada Jumat (23/5/2020) kemarin juga dilaksanakan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kandis, Riau.
"Saya kurang tahu pasti untuk yang di Cigombong, Bogor. Tapi kalau di Kandis juga sudah melaksanakan Salat Id," jelas salah seorang jemaah bernama Khairil.
Dalam pelaksanaan salat id kali ini, para jemaah juga menyempatkan waktunya mendoakan sang Tuan Guru Almarhum Syekh Salman Daim yang dimakamkan dekat pondok pesantren.
Mereka berharap Tuan Guru Almarhum Syekh Salman Daim mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan kelak dapat kembali bertemu dengan sosok yang dianggap panutan tersebut di akhirat nanti.
(tri bun-medan.com/Alija Magribi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jemaah-tarekat-naqsyabandiyah-al-cholidyah-jalaliyah-ibadah-salat-id.jpg)