News Video

Magister Ilmu Komunikasi USU Berikan Sembako dan Uang Tunai kepada Warga Terdampak Covid-19

Mahasiswa dan dosen Magister Ilmu Komunikasi USU menyalurkan puluhan paket sembako dan uang tunai ke warga terdampak Covid-19

TRI BUN-MEDAN.COM - Di tengah keprihatinan yang mendalam akibat wabah Covid-19, Ikatan Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (IMAMIKOM) Fisip USU, Jumat 22 Mei 2020, membagikann sejumlah paket sembako kepada warga Medan dan sekitarnya.

Penerima donasi berbentuk sembako dan uang tunai itu, terdiri dari penderita kanker, buruh cuci, pedagang kecil, orang tua jumpo dan pengemudi angkutan.

Kegiatan ini juga mengikutsertakan mahasiswa asal Papua, Ustadz Wahidin dan penatua agama Kristen TM Sipahutar di Kompleks Waikiki Medan.

Menurut Ketua Imamikom USU, Hari Raden, agar bantuan sembako tepat sasaran, timnya melakukan observasi di sejumlah titik lokasi.

Disebutkan, aksi peduli mahasiswa ini mendapat sambutan yang mengharukan dari warga, bahkan di antaranya ada yang menitikkan air mata.

Faktor yang memotivasi mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi ini adalah adanya dukungan penuh pengelola Magister Ilmu Komunikasi.

Pendistribusian dilakukan di kediaman Ketua Mikom Fisp USU Prof Lusiana Lubis yang didampingi Sekretaris Prodi Syafruddin Pohan dan pengurus Imamikom lainnya.

Di sini kembali dilakukan pengecekan data calon penerima dan data domisili para penerima paket tersebut.

Prof. Lusiana juga mengingatkan para mahasiswa untuk senantiasa memperhatikan protokol Covid-19, antara lain menjaga jarak (social distancing), menggunakan masker dan membekali dirinya dengan pembersih tangan.

Bagi mahasiswa, ini merupakan pengalaman berharga yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan menambah pengetahuan dan kepekaan sosial secara empiris.

Bagi Lisa Hayati dan Rido Pandapotan, dua di antara mahasiswa itu, amat berguna untuk mendapatkan atmosfer kala akan membuat penelitian tesis mereka.

Ditambahkan pula, kegiatan ini melibatkan mahasiswa Mikom kelas campuran (blended) penerima bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan kelas paralel yang belajar sore yang bersifat umum (mandiri).

Penggalangan dana mereka lakukan secara bersama-sama, sehingga tak heran dalam waktu relatif singkat dan di tengah-tengah kesibukan berkuliah daring, semua berjalan lancar. (*)

Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved