Breaking News:

Masa Belajar di Rumah Berakhir, Disdik Dairi Susun Rencana Kembali Masuk Sekolah

Masa belajar di rumah bagi seluruh pelajar mulai tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP/MTs di Kabupaten Dairi akan berakhir tanggal 29 Mei mendatang.

Penulis: Dohu Lase
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Plt Kadis Pendidikan Kabupaten Dairi, Besli Pane. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRI BUN-MEDAN.COM, DAIRI - Masa belajar di rumah bagi seluruh pelajar mulai tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP/MTs di Kabupaten Dairi akan berakhir tanggal 29 Mei mendatang.

Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi mengaku berencana mengusulkan perpanjangan periode belajar di rumah kepada Bupati sampai tanggal 20 Juni 2020, yang mana merupakan momen pembagian rapor siswa.

Sembari itu, Dinas Pendidikan Dairi turut menyiapkan rencana terkait kembali masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021.

"Berdasarkan kalender pendidikan, tahun ajaran baru dimulai tanggal 13 Juli 2020," ujar Plt Kadis Pendidikan Dairi, Besli Pane kepada Tribun Medan saat ditemui, Kamis (28/5/2020).

Besli mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk Kemendikbud soal rencana kembali masuk sekolah tersebut.

PERTAMA KALI, Pasien Positif Covid-19 di Sumut Tembus 30 Orang Kurun 24 Jam, Total 362 Orang

BREAKING NEWS: DUEL MAUT, 2 Pria Saling Tikam, Pisau Tertancap di Dada, Tewas Bersimbah Darah

Untuk rencana itu, lanjut Besli, pedoman protokol kesehatan akan dibagikan bagi semua guru, siswa, dan orang tua sebelum masuk tahun ajaran baru.

"Seluruh kompleks sekolah didisinfeksi dan berlanjut sekali seminggu, kemudian penyediaan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, dan thermo gun, serta wajib mengenakan masker," ungkap Besli.

Lebih lanjut, Besli menyebut, untuk menghindari kerumunan di dalam kelas, Dinas Pendidikan Dairi akan memerintahkan sekolah untuk mengatur jarak antar bangku, serta menyiapkan skema sistem sif.

Namun, Besli mengaku, rencana ini belum mantap, karena ada konsekuensi yang belum terpikir cara mengatasinya.

"Bila sistem sif diterapkan, berarti jam kerja guru bertambah. Ini termasuk petunjuk yang kita tunggu dari Kemendikbud, juga Bupati, soal bagaimana nasib guru-guru ini. Tak mungkin hanya mengharap kerelaan mereka untuk dua kali masuk kerja dalam sehari tanpa ada imbal kesejahteraan," pungkas Besli.

(cr16/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved