UPDATE Covid19 Sumut 29 Mei 2020

Heboh Dua Warga Desa Kolam Positif Covid-19, Ini Langkah Pemdes Cegah Penyebaran Corona

Kasus dua warga Desa Kolam, Kecamatan Percutseituan, Deliserdang, yang dinyatakan positif Covid-19 sempat menimbulkan kegemparan di kawasan setempat.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/KARTIKA
SUASANA kantor Desa Kolam yang ramai dipadati warga dalam unjuk rasa terkait hasil rapid test dari 16 warga Desa Kolam, Rabu (27/5/2020). malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus dua warga Desa Kolam, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, yang dinyatakan positif Covid-19 sempat menimbulkan kegemparan di kawasan setempat.

Kepala Desa Kolam, Jupri Purwanto sudah mengambil langkah untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 dengan meniadakan Pasar Rabu dan gencar memberi imbauan melalui pengeras suara di masjid.

"Yang kita sampaikan itu jelas, protokol kesehatan. Misalnya jika salat bawa sajadah sendiri dengan menggunakan masker," ujar Jupri, Jumat (29/5/2020).

Dalam hal ini, Jupri mengimbau agar warga desa dapat dengan bijak menyerap informasi agar tidak terjadi kepanikan.

"Kita juga berharap agar masyarakat berprilaku baik dalam kehidupan sehari-hari agar bagaimana tidak terkena virus corona," tuturnya.

Sebelumnya Desa Kolam baru saja memiliki kasus baru dengan dua warga yang dinyatakan positif dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Jupri menuturkan bahwa warga tersebut tetap dalam pemantauan.

"Keduanya OTG yaitu tanpa gejala dengan salah satunya juga dikarantina. Setiap hari kita perhatikan, keluarga yang ditinggalkan juga kita perhatikan. Itu langkah yang kita ambil sebagai pemerintah desa," kata Jupri.

Namun, Jupri tak menampik adanya kepanikan masyarakat setelah adanya dua warga dinyatakan positif Covid-19.

"Masyarakat saya lihat panik, itu yang terjadi. Saya kira mungkin berapa persen warga yang mengambil langkah bijak untuk untuk sadar mengenai langkah pencegahan Covid-19. Ini butuh waktu," terangnya.

Jupri mengimbau agar masyarakat desa harus tetap mawas diri agar tidak akan ada penambahan kasus corona di desa tersebut.

"Mengenai kasus ini akan dievaluasi secara menyeluruh ke kecamatan. Apalagi OTG ini cukup sulit dideteksi," ungkapnya.

Dalam pemutusan rantai Covid-19, sebelumnya pihak Desa juga gencar melakukan sweeping dan penyemprotan disinfektan.

Namun, Jupri menuturkan bahwa untuk sweeping malam dan akan diganti dengan imbauan secara tepat sasaran melalui media sosial.

"Untuk sweeping kita hentikan saat ini, mengingat momen Lebaran kemarin juga. Untuk langkah berikutnya polanya berubah. Bagaimana bisa lebih tepat sasaran seperti grup media sosial daripada kita teriak-teriak yang menjadi cibiran orang-orang, toh hasilnya tidak maksimal. Harapannya bagaimana informasi ini bisa tersampaikan secara maksimal," ujar Jupri.

Jupri berharap agar warga desa tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak mengalami kepanikan secara berlebihan.

"Saya lihat beberapa masyarakat sudah mulai sadar untuk protokol kesehatan. Adanya kasus ini kita juga berharap agar masyarakat tidak takut berlebihan jadi paranoid. Rasa takut itu yang membuat kita hati-hati," pungkas Jupri.

(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved