Kasus Baru Covid-19 Melonjak Pasca New Normal, Kini Ratusan Sekolah di Korea Selatan Ditutup Lagi

Lebih dari 200 sekolah di Korea Selatan terpaksa ditutup setelah ditemukan sekitar 56 kasus baru Covid-19 dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

YONHAP
Kasus Baru Covid-19 Melonjak Pasca New Normal, Kini Ratusan Sekolah di Korea Selatan Ditutup Lagi . Saat sekolah-sekolah di Korea Selatan dibuka kembali dengan tatanan baru, termasuk pengecekan suhu tubuh di sekolah. 

Sempat dibuka setelah kasus Covid-19 reda atau New Normal, kini ratusan sekolah di Korea Selatan ditutup lagi akibat lonjakan  kasus virus corona.  

Lebih dari 200 sekolah di Korea Selatan terpaksa ditutup setelah ditemukan sekitar 56 kasus baru Covid-19 dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Sebagian besar Korea Selatan menerapkan new normal, 6 Mei.

Lonjakan kasus baru Covid-19 pasca-New Normal terkait dengan pusat distribusi di Bucheon, di sebelah barat ibu kota Seoul.

Melansir bbc news indonesia, gudang dijalankan oleh perusahaan e-commerce terbesar di negara itu, Coupang, dan para pejabat mengatakan fasilitas itu tidak sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi.

Para pejabat kesehatan bahkan menemukan jejak Covid-19 pada sepatu dan pakaian pekerja.

Mereka telah berhasil melacak dan menguji ribuan karyawan dari pusat fasilitas dan akan ada pemeriksaan lebih lanjut pada fasilitas distribusi lainnya di seluruh negeri selama dua minggu ke depan.

Warga antre mengikuti tes Covid-19 di klinik  Bucheon, Seoul barat, Kamis (28/5/2020).
Warga antre mengikuti tes Covid-19 di klinik Bucheon, Seoul barat, Kamis (28/5/2020). (YONHAP)

Ketakutan akan infeksi telah memaksa 251 sekolah di Bucheon tutup lagi setelah dibuka kembali, sementara ratusan lainnya menunda pembukaan kembali sekolah.

Seorang siswa di Seoul, yang ibunya bekerja di gudang Coupang, juga ditemukan terpapar virus corona.

Otoritas kesehatan telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan dan menyerukan kampanye jarak sosial yang lebih ketat selama dua minggu ke depan.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved