Sudah Bisa Salat Jumat saat New Normal, Majelis Ulama Indonesia Sampaikan 2 Syarat

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam menyampaikan syarat salat Jumat yang dapat kembali diadakan dalam new normal.

TRIBUN MEDAN/HO
WAKIL Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah saat melaksanakan salat Idul Fitri di kediamannya, Komplek Cemara Asri, Jalan Cemara, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (24/5/2020). (TRIBUN MEDAN/HO) 

Ia menyebutkan tidak mungkin salat Jumat dapat diadakan dalam dua gelombang karena sudah diatur dalam fatwa.

TRI BUN-MEDAN.com - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam menyampaikan syarat salat Jumat yang dapat kembali diadakan dalam new normal.

New normal disebut sebagai cara hidup baru setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selesai.

Kebijakan itu diterapkan untuk mencegah penularan Virus Corona (Covid-19).

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam menjelaskan syarat salat Jumat dapat dilaksanakan lagi dalam new normal, Kamis (28/5/2020).
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam menjelaskan syarat salat Jumat dapat dilaksanakan lagi dalam new normal, Kamis (28/5/2020). (Capture YouTube iNews)

Dilansir TribunWow.com, Asrorun Niam menjelaskan awalnya ada opsi salat Jumat diadakan dalam dua gelombang.

Seperti diketahui, kegiatan yang mengumpulkan massa dilarang sementara karena dapat mempercepat penularan Virus Corona.

"Komisi Fatwa tidak memiliki opsi untuk membahas itu," kata Asrorun Niam saat dihubungi dalam tayangan iNews, Kamis (28/5/2020).

Ia menyebutkan tidak mungkin salat Jumat dapat diadakan dalam dua gelombang karena sudah diatur dalam fatwa.

Maka dari itu, opsi tersebut dihapuskan.

"Karena dalam pelaksanaan ibadah salat Jumat dua gelombang, itu sudah ada fatwanya," jelas Asrorun.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved