Gol ke Gawang PSMS Jadi Momen Terbaik Buat Sani Rizki Fauzi

Gelandang Bhayangkara FC, Sani Rizki Fauzi, tidak bisa melupakan pertandingan melawan PSMS pada 2018 silam.

Tribunnews/Abdul Majid
Gelandang Bhayangkara FC, Sani Rizki Fauzi, saat menjalani pemusatan latihan Timnas U-23 di Lapangan G, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Gelandang Bhayangkara FC, Sani Rizki Fauzi, tidak bisa melupakan pertandingan melawan PSMS pada 2018 silam.

Laga saat itu sangat berkesan baginya karena pada saat itu ia mencetak gol pertamanya bersama Bhayangkara FC

"Momen terbaik saya ketika mencetak gol debut atau pertama di Liga 1 2018. Saat itu Bhayangkara FC menang 3-1 lawan PSMS Medan," tuturnya, Sabtu (30/5/2020).

Pertandingan baru berjalan tiga menit. Rekannya yang berposisi sebagai striker Herman Dzumfao dalam posisi terjepit berisan pertahanan PSMS, lalu mengoper bola kepada Sani yang hari itu berperan sebagai winger. 

Operan pendek ke tengah lapangan itu langsung disambut oleh Sani yang langsung membawa bola ke jantung pertahanan PSMS. Setelah menghari tackle dari bek PSMS Alexandros Tanidis, Sani menendang bola ke sisi kanan gawang yang tidak sempat dibendung oleh kiper Abdul Rohim.

Setelah mencetak gol, pria yang tergabung dalam satuan Brimob ini bersujud dan tampak terharu. Saat merayakan gol bersama rekan-rekan, tak lupa ia memberi salam hormat ke arah penonton di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan. 

Gol pertamanya untuk Bhayangkara FC di Liga 1 2018 itu juga berhasil mengantarkan tim menang dengan skor 3-1 atas PSMS Medan.

Gol semata wayang PSMS waktu itu diciptakan oleh Rahmad Hidayat. Rahmad belakangan ikut bergabung ke Bhayangkara FC sebelum akhirnya pada musim ini kembali lagi ke tim Ayam Kinantan.

Sejak 2018 memperkuat tim senior Bhayangkara FC, Sani Rizki menjadi salah satu pemain yang tak pernah absen memperkuat tim.

Selain sebagai pemain sepak bola, Sani Rizki juga merupakan anggota polisi aktif.Jika sebagai pemain sepak bola kata terlambat tidak berlaku, ternyata selama masa pendidikan, pemain berusia 22 tahun ini pernah menjalani hukuman karena terlambat.

Tentu saja ia mendapatkan hukuman, sebab sebagai aparat negara disiplin adalah kunci utama.

"Ketika saya sedang pendidikan tujuh bulan di SPN Lido, di sana banyak kenangan suka dan duka bareng teman-teman seperjuangan," kata Sani Rizki Fauzi seperti dikutip laman Bhayangkara FC.

"Momen lucunya ketika itu saya sedang belajar di kelas, lalu ngantuk dan tertidur sangat pulas ketika bangun saya ditinggal sama temen lain, karenanya saya dapat hukuman, gara-gara telat apel," ujar pria berpangkat Bripda ini.

Hampir tiga musim memperkuat Bhayangkara FC, klub itu bukan hanya sekedar tim untuknya.Juara kompetisi Liga 1 2017 itu menjadi keluarga besar yang selalu ada buat dirinya sejak awal meniti kariernya sebagai pemain sepak bola.

"Bhayangkara FC bukan hanya sekedar tim sepak bola, di dalamnya terdapat kekeluargaan yang sangat erat," ucap Sani. (bolasport.com)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved