Breaking News:

Warga Desa Sihorbo di Dairi Ribut Masalah BLT Dana Desa

Desa Sihorbo, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, ribut masalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Penulis: Dohu Lase | Editor: Juang Naibaho
HO
Balai Desa Sihorbo 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRI BUN-MEDAN.COM, DAIRI - Desa Sihorbo, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, ribut masalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Warga protes, penentuan keluarga penerima BLT DD di desa mereka tidak adil. Ada aroma kolusi dan nepotisme.

Dari Rp 750 juta lebih DD Sihorbo tahun 2020, cuma 34 keluarga terpilih sebagai penerima BLT DD senilai Rp 600 ribu selama tiga bulan.

Padahal, ketentuan perundang-undangan membolehkan 25% DD dialokasikan untuk BLT DD.

Usut punya usut, penentuan ke-34 KK tersebut dilakukan diam-diam oleh Pemerintah Desa Sihorbo, di bawah komando Kades Muktar Purba, tanpa melalui musyawarah desa.

"Luar biasa kades kami ini, payah bilang. Warga yang dia sukai aja yang dimasukkan ke data penerima BLT DD. Padahal, DD kami masih memungkinkan untuk menampung lebih banyak lagi (keluarga penerima BLT)," keluh salah satu warga yang enggan menyebut namanya, saat ditemui Tribun Medan di Desa Sihorbo, Senin (1/6/2020) sore.

Ketua BPD Desa Sihorbo, Saima Sihite menuturkan, peristiwa berawal saat Desa Sihorbo menggelar musyawarah desa khusus (Musdesus) pada bulan Mei 2020 lalu. Hasilnya, ditetapkan 107 keluarga penerima BLT DD.

Belakangan, data calon penerima BLT DD tersebut dirombak, lantaran ada di antaranya menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos.

"Saat BST disalurkan, 73 dari 107 calon penerima BLT DD, menerima BST. Sehingga 73 orang itu kami keluarkan dari data yang 107 calon penerima BLT DD, kami ganti dengan yang lain. Artinya, setelah perubahan data, jumlah penerima BLT yang diusulkan tetap 107," tutur Sihite.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved