Breaking News:

Dani Hanyut di Sungai Sikambing Medan

Cerita Fikri Diajak Berenang di Sungai, Gagal Selamatkan Dani yang Hanyut Terseret Arus

Tetangga Dani yang juga ikut berenang, Fikri (17) memberikan keterangan terkait peristiwa nahas tersebut.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga membawa jenazah Muhammad Rhamadani (30) alias Dani korban hanyut di Sungai Sikambing, Medan, Sabtu (6/6/2020). Dani yang hanyut pada Jumat (5/6) tersebut, akhirnya ditemukan tepat di bawah jembatan rel kereta api di Jalan Danau Mersabut. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Jenazah Dani (31), warga Jalan Sampul Ujung, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, yang hanyut akhirnya ditemukan, Sabtu (6/62020).

Dani meninggal setelah terseret arus sungai saat berenang pada Jumat (5/6/2020) sore sekitar pukul 18.00 WIB.

Setelah dilakukan pencarian, warga kemudian berhasil menemukan jenazah Dani yang tersangkut di sebuah kayu yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Tetangga Dani yang juga ikut berenang, Fikri (17) memberikan keterangan terkait peristiwa nahas tersebut.

Fikri menuturkan, saat itu dirinya diajak berenang di sungai oleh korban.

"Awalnya dia yang ngajak saya untuk mandi, terus saya bilang kalau abang lompat, saya lompat, trus dia melompat. Selang lima menit saya lompat," ujar Fikri, Sabtu.

Saat itu Fikri melihat Dani sudah berada di seberang.

Warga menyusuri sungai mencari Muhammad Rhamadani (30) alias Dani korban hanyut di Sungai Sikambing, Medan, Sabtu (6/6/2020). Dani yang hanyut pada Jumat (5/6) tersebut, akhirnya ditemukan tepat di bawah jembatan rel kereta api di Jalan Danau Mersabut.
Warga menyusuri sungai mencari Muhammad Rhamadani (30) alias Dani korban hanyut di Sungai Sikambing, Medan, Sabtu (6/6/2020). Dani yang hanyut pada Jumat (5/6) tersebut, akhirnya ditemukan tepat di bawah jembatan rel kereta api di Jalan Danau Mersabut. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Menurut dia, Dani terseret arus sungai saat hendak kembali menyeberang.

"Kami yang lompat itu dua orang, terus kami masih setengah perjalanan, dia sudah lompat duluan (kembali menyeberang),” ujarnya.

Saat itulah, Fikri mendengar suara teriakan dari istri Dani yang menyebutkan bahwa korban hanyut terseret arus sungai.

"Cepat-cepatlah kami lompat, abis itu gak dapat lagi kami," tambahnya.

(cr3/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved