Breaking News:

Demi e-KTP, Warga Rela Berdesakan di Kantor Dukcapil Dairi, Abaikan Protokol Kesehatan

Seratusan warga mengantre berdesakan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Dairi, Selasa (9/6/2020).

TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Warga berdiri berdesakan di depan pintu ruang pelayanan kantor Dinas Dukcapil Dairi, Selasa (9/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRI BUN-MEDAN.COM, DAIRI - Seratusan warga mengantre berdesakan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Dairi, Selasa (9/6/2020).

Pantauan Tribun Medan, warga berdiri berhimpitan menunggu di depan pintu pelayanan, seolah tak peduli dengan protokol kesehatan yang diimbau pemerintah. Antrean warga meluber hingga ke luar kantor.

Terlihat pula, ada pengantre yang tidak pakai masker dan memakai masker dengan tidak benar. Bagaimana mau menerapkan New Normal?

Beberapa dari mereka yang ditemui mengaku, rela berdesakan di depan pintu masuk ruang pelayanan karena takut tidak dengar ketika dipanggil petugas.

"Saya mau mengurus e-KTP. Takut enggak dilayani kalau kita enggak datang saat dipanggil. Ini kan lagi banyak orang, jadi yang enggak dengar terpaksa dilewatkan. Rugi juga kalau harus balik lagi ke rumah gara-gara itu," ujar seorang warga.

Bertambah 12 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Sumut Tembus 619 Orang, Korban Meninggal 53

AKHIRNYA Bupati Asahan Copot Jabatan 2 ASN Selingkuh dan Berbuat Mesum hingga Pingsan di Dalam Mobil

Kebanyakan dari mereka ingin cepat-cepat memiliki e-KTP agar bisa dipakai untuk berbagai keperluan, seperti mulai dari sekadar agar memiliki e-KTP, kemudian untuk mendaftar sekolah/kuliah, hingga untuk pendataan penerima bantuan pemerintah.

Informasi dihimpun Tribun Medan di lapangan, pembeludakan terjadi sejak minggu lalu, setelah Dinas Dukcapil mengabarkan bahwa blangko e-KTP sudah ada. Plt Kadis Dukcapil Dairi, Amudi Naiborhu, saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.

"Sebanyak 3.000 keping blangko e-KTP sudah kita terima minggu lalu," ujar Amudi ketika dihubungi via selulernya hari itu.

Amudi mengatakan, pelayanan permohonan e-KTP baru tidak hanya diprioritaskan bagi terhadap pemegang Surat Keterangan (Suket), pemohon e-KTP pertama kali, dan pemilik KTP yang rusak atau hilang karena bencana alam, seperti yang lalu-lalu, melainkan terhadap semua pemohon.

Halaman
12
Penulis: Dohu Lase
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved