Breaking News:

Jemput Bantuan Sembako Pemprov Sumut, Warga di Sinampang Dairi Bayar Rp 5 Ribu

pengambilan sembako dari Kantor Kades Sinampang dikenai pungutan Rp5 ribu. Padahal, seharusnya gratis.

TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
PEMOTOR melintas di depan Kantor Kades Sinampang, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Selasa (9/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.COM, DAIRI - Pembagian bantuan sembako dari Pemprov Sumut di Desa Sinampang, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, menuai pro dan kontra.

Warga mengeluh, penyaluran tidak merata.

Selain itu, pengambilan sembako dari Kantor Kades Sinampang dikenai pungutan Rp5 ribu.

Padahal, seharusnya gratis.

"Kejadiannya hari Sabtu kemarin. Kadus datang ke rumah memberitahu bahwa keluarga kami mengambil bantuan sembako ke kantor kades, tetapi bayar Rp5 ribu. Karena enggak tahu, saya kasih saja," kata Erlinton Doloksaribu (56), salah satu warga Desa Sinampang penerima bantuan sembako.

Pria yang akrab disapa Ama Lilis ini mengaku, ia sebetulnya kaget soal pungutan Rp5 ribu itu, karena belum pernah dibahas, baik dalam musyawarah desa, maupun musyawarah dusun.

Awasi Penyaluran Bansos Sembako, Anggota DPRD Sumut Ingatkan Agar Tepat Sasaran

Hal senada diungkapkan Halim Maha (34), warga Desa Sinampang lainnya.

Mau tak mau, ia membayarkan Rp5 ribu itu, demi bisa mendapat bantuan sembako Pemprov Sumut.

"Banyak juga yang enggak dapat. Kami sempat tanya kepada kadus kami, kenapa begitu. Alasannya, sembako ini bertahap. Yang enggak dapat kali ini, akan dapat pada tahap selanjutnya," kata Halim.

Kades Sinampang, Naek Saragi, ketika dikonfirmasi berdalih, pungutan Rp5 ribu tersebut digunakan untuk biaya pengangkutan dari Kantor Camat Siempat Nempu, di Desa Bunturaja, ke Desa Sinampang.

Halaman
12
Penulis: Dohu Lase
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved