Breaking News:

Polres Tanjungbalai Rebus dan Bakar Narkoba, Seorang Tersangka Mengaku Disuruh Orang di Malaysia

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari tujuh kasus berbeda dengan jumlah tersangka sebanyak 12 orang.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
KAPOLRES Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira (kiri) memasukan narkoba yang sebelumnya telah dihancurkan dalam sebuah blender ke dalam wadah ember berisi air mendidih. Pemusnahan sabu seberat 2,6 kilogra lebih dan 4.432 butir happy five berlangsung di halaman Mapolres Tanjungbalai, Selasa (9/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI -Polres Tanjungbalai pada Selasa (9/6/2020) memusnahkan barang bukti narkoba berupa sabu dan happy five hasil penindakan Sat Res Narkoba dalam periode September 2019 hingga Maret 2020.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira menyebutkan bahwa total sabu yang dimusnahkan seberat 2.629,09 gram. Sementara pil happy five sebanyak 4.432 butir.

"Sebagian barang bukti ini sudah diserahkan ke Labfor untuk dilakukan penyelidikan. Sisanya hari ini semua akan kita musnahkan," ucap Putu, Selasa.

Barang bukti sabu yang dimusnahkan Polres Tanjungabalai, dengan cara direbus di dalam ember berisi air mendidih. Sebelumnya tim Labfor terlebih dahulu menguji sisa barang bukti sabu yang ada, hasilnya mengandung Amphetamine.

Sementara ribuan butir pil happy five yang masih terbungkus kemasan bewarna merah, dimusnahkan dengan cara dibakar oleh petugas.

Polres Siantar Musnahkan Barang Bukti Narkotika Hasil Tangkapan

Adapun barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari tujuh kasus berbeda dengan jumlah tersangka sebanyak 12 orang. Kini para tersangka tengah menjalani proses hukuman.

"Hari ini tersangka yang dihadirkan hanya sebanyak enam orang, enam orang lainnya berada di Lapas Pulau Simardan. Pihak Lapas sudah kami surati, tapi karena dalam situasi pandemi tidak bisa dihadirkan," jelas mantan Kasubdit Tipikor Polda Sumut itu.

Putu menegaskan akan terus menindak peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Tanjungbalai. Dan ia meminta dukungan dari sejumlah stakeholder dan masyarakat agar bisa menumpas kejahatan narkoba.

"Terus terang kami tidak bisa bekerja sendirian, kami butuh support dari instasi terkait agar maksimal dalam menegakkan hukum penyalahguba narkotika, baik itu pemko, pengadilan dan lainnya," sebutnya.

Wakasat Narkoba Benarkan Oknum Penyelundup Sabu ke RTP Berpangkat Brigadir, Baru Selesai Pembinaan

Sementara itu, salah seorang tersangka Muhammad Zulfadlisyah mengaku menyesal setelah coba menyelundupkan sabu dari Malaysia.

Menurutnya sabu seberat 985,3 gram ia bawa atas permintaan seseorang yang baru ia kenal di Port Klang, Malaysia. Rencananya sabu itu akan diterima seseorang di Kota Tanjungbalai.

"Barang dari Malaysia, dikasih di Port Klang saat saya mau nyebrang, numpang kapal tongkang ke Indonesia," kata pria yang mengaku biasa disapa Zulfadli singkat.(ind/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved