Breaking News:

Oknum ASN Kecamatan Batangkuis Yang Viral Minta Rp 100 Ribu Untuk Urus KTP Belum Masuk Kantor

Kemarin harusnya setelah dari Polres dia ke Inspektorat. Sudah saya suruh juga ke sana tapi belum ada datang

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Salomo Tarigan
Tribun Medan
ASN Deliserdang minta uang Rp 100 ribu dengan dalih agar mempercepat proses pembuatan e-KTP di Kecamatan Batang Kuis 

TRI BUN-MEDAN.com

WP, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Camat Batang Kuis Kabupaten Deliserdang belum juga masuk kantor.

Semenjak videonya meminta uang Rp 100 ribu ke pemohon KTP viral di media sosial batang hidungnya pun tidak pernah tampak lagi di kantor.

Kasus ini pun masih terus menjadi perbincangan banyak pegawai.  

" Enggak ada nampak dia pak. Enggak tau kemana, kalau rumahnya itu di Tembung setau kami. Kemarin pun enggak ada nampak cuma katanya kemarin diperiksa di Polres,"ucap salah satu pegawai Kamis, (11/6/2020).

Camat Batang Kuis, Avro Wibowo juga membenarkan bahwa WP belum ada datang ke kantor.

Secara pasti dirinya pun tidak mengetahui kemana yang bersangkutan berada namun informasi ia dapatkan polisi masih kembali meminta keterangannya. Karena hal ini WP juga belum diambil keterangannya oleh Inspektorat.

" Kemarin harusnya setelah dari Polres dia ke Inspektorat. Sudah saya suruh juga ke sana tapi belum ada datang. Ini kudengar ke Polres lagi dia ya mungkin masih dipintai keterangan lagi,"kata Avro.

Avro sebelumnya sempat membantah kalau dirinya ada memerintahkan kepada yang bersangkutan untuk memungut uang untuk pengurusan KTP maupun administrasi kependudukan lainnya.

Disebut selama ini yang ia sorak-sorakkan ke masyarakat pelayanan di kantor Kecamatan selalu gratis karena di Kabupaten pun tidak ada pungutan.

Ia pun menyebut masih mendalami pengakuan dari WP karena saat ditanyainya yang bersangkutan sempat berkilah mengucap bayar Rp 100 ribu karena capek terus-terusan ditanyai masyarakat apakah sudah siap atau belum apa yang diurus.

Hingga saat ini pihak Inspektorat pun belum dapat memastikan dan menyimpulkan hukuman yang sesuai untuk WP.

Kepala Inspektorat, Agus Mulyono menyebut ketika selesai diambil keterangannya dan ada Laporan Hasil Pemeriksaan akan disimpulkan oleh tim bukan apa yang tepat diberikan untuknya.

" Kalau sekarang belum lah. Belum disimpulkan kan masih baru. Dia kan sudah digeser sementara ini dari posisi sebelumnya,"kata Agus Mulyono.

(dra/tri bun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved