Breaking News:

Meski Tak Ada Surat Edaran Penutupan, Semua Objek Wisata di Dairi Masih Tertutup untuk Wisatawan

Semua objek wisata Kabupaten Dairi hingga kini belum bisa menerima kunjungan wisatawan.

TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Lokasi dermaga pariwisata di Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, terpantau sunyi alias tidak ada orang, Minggu (14/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRI BUN-MEDAN.COM, DAIRI - Semua objek wisata Kabupaten Dairi, seperti situs Geosite Kaldera Toba: Silalahi-Paropo dan Taman Wisata Alam Sicike-cike, belum bisa menerima kunjungan wisatawan.

Meski pengumuman berbentuk surat edaran terkait itu tidak ada dibuat Pemkab Dairi, objek wisata tetap ditutup untuk menghindari maraknya penularan wabah Corona.

Pantauan Tri bun-Medan.com, Minggu (14/6/2020), objek wisata Danau Toba di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, sepi pengunjung.

Di perbatasan, warga dan perangkat pemerintah desa berjaga, siap menghalau kedatangan orang luar.

"Cuma pengunjung dari Dairi dan sekitaran Tongging yang boleh masuk. Mereka cuma mau memancing ikan soalnya. Selain itu, apalagi dari zona merah, dilarang keras masuk Silahisabungan," ungkap seorang pemuda setempat bermarga Pintubatu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Munthe membenarkan soal Dairi tidak ada surat edaran khusus terkait penutupan objek wisata, seperti Karo.

Imbauan penutupan terhadap pengelola objek-objek wisata, lanjut Rahmat, disampaikan sejak akhir Maret lalu menggunakan surat edaran Penutupan Tempat-tempat Hiburan.

"Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Dairi 440/1364 tanggal 23 Maret 2020 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Infeksi Covid-19, seluruh pengusaha dan pengelola tempat wisata diminta untuk menghentikan aktivitas sementara waktu," terang Rahmat.

Ia mengakui, penutupan berdampak besar terhadap lesunya ekonomi di wilayah seputaran objek wisata.

Kendati begitu, kebijakan penutupan mesti diambil guna mencegah penyebaran virus Corona terhadap masyarakat Dairi.

"Belum ada ancang-ancang mau dibuka. Malahan ini mau diperketat lagi, karena Dairi sedang bersiap menuju New Normal," ujar Rahmat mengakhiri.

(cr16/tri bun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved