Breaking News:

Berkas Perkara Sunat Dana Bansos Covid-19 di Dairi Sudah Diserahkan ke Jaksa

Kasus sunat dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Desa Buluduri, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, kini tengah dipelajari penuntut umum Kejari

TRIBUN MEDAN / ISTIMEWA
Istri Kades Buluduri dan beberapa pembagi uang bantuan dijemput polisi untuk dimintai keterangan, Selasa (12/5/2020), di Kantor Kades Buluduri, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRI BUN-MEDAN.COM, DAIRI - Kasus sunat dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Desa Buluduri, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, kini tengah dipelajari penuntut umum Kejari Dairi.

Kasi Intel Kejari Dairi, Andri Dharma mengatakan, Satreskrim Polres Dairi menyerahkan berkas perkara dugaan tindak pidana pemerasan tersebut pada Senin (15/6/2020) kemarin.

Selanjutnya, penuntut umum mempelajari berkas perkara tersebut selama dua minggu.

"Masih penyerahan berkas perkara. Kita periksa dan pelajari dulu selama 14 hari. Jika lengkap, baru lah P-21 (pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap) dan disusul P-22 (penyerahan tersangka dan barang bukti). Namun, jika sebaliknya, terpaksa kita kembalikan supaya dilengkapi," beber Andri, Selasa (16/6/2020).

Andri menambahkan, berkas perkara tersebut melibatkan dua tersangka, yaitu Masniar Sitorus dan Eni Aritonang.

"Kami belum bisa beritahu lebih jauh, karena masih kami pelajari," ujar Andri mengakhiri.

TERUNGKAP, 988 Nama Masuk Data Tapi Tak Terima BST Rp 600 Ribu, Kepala Dinsos Samosir Diperiksa

BREAKING NEWS, Polisi Tembak Mati Otak Jambret di Kota Medan, Beraksi Bersama 3 Pelaku Lainnya

Gara-gara BLT Warga Demo sampai Blokade Jalinsum, Akhirnya Kades di Madina Mundur

Diberitakan Tri bun-Medan.com medio Mei lalu, penyaluran bansos tunai Kemensos di Desa Buluduri, Kecamatan Lae Parira, kisruh.

Dana bansos disunat, dari seharusnya Rp 600 ribu per keluarga menjadi tinggal Rp 100 ribu.

Kasus ini ditangani polisi setelah salah satu warga Desa Buluduri penerima bansos, bernama Togu Sinaga, melapor tanggal 13 Mei 2020. Namun, sehari sebelumnya, polisi sudah turun ke TKP dan mengamankan enam ibu-ibu.

Kejadian bermula saat Togu Sinaga keluar dari Kantor Pos Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, usai mengambil uang bansos sebesar Rp 600 ribu.

Begitu sampai di pintu keluar, Togi dicegat tersangka Eni Aritonang.

Uang Rp 600 ribu di tangan Togu diambil paksa.

Beberapa saat kemudian, tersangka Eni Aritonang mendatangi rumah Togu Sinaga dan mengembalikan uang bansos hak Togu, tetapi cuma Rp 100 ribu.

(cr16/tri bun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved