Breaking News:

Pungutan Uang Perpisahan SD di Siantar Rp 300 Ribu, Ini Klarifikasi Dinas Pendidikan

Sebagian orangtua atau wali murid menilai selama masa pandemi covid-19 atau virus Corona, ekonomi sangat sulit.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
SD Negeri No. 122339 Kota Pematangsiantar. 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Wali Murid Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Negeri 122339 yang berlokasi di Jalan Kertas Koran, Kelurahan Siopat Suhu, Siantar Timur, Kota Pematangsiantar menerima pesan WhatsApp yang meminta wali atau orangtua murid membayarkan uang perpisahan sebesar Rp 300 ribu. 

Kejadian ini pun berbuntut panjang. 

Alasannya, kebijakan tersebut dinilai memberatkan dan aneh di masa ancaman pandemi Covid-19.

Isi siaran pesan yang dikirimkan Wali Murid Kelas VI SD Monarista Br Butarbutar ini dikirim pada Senin (15/6/2020 ke wali muridnya berbunyi :

"Selamat sore semua, semua siswa kelas 6 sdn 122339 lulus. Tgl 17 juni jam 10.00 datang ke sekolah untuk mengambil surat keterangan lulus, ( skhu) . Informasi dari ibu kepala sekolah uang perpisahan sebesar 300.000 rupiah, sama dengan uang perpisahan sd 122351, perpisahan rencananya diadakan setelah masuk sekolah. Perpisahan diadakan di sekolah, uang perpisahan ini dibawa saat tgl 17 juni,

Terimakasih atas perhatiannya"

Dalam pesan WhatsApp itu, Monarista menyebutkan bahwa uang perpisahan itu dibawa bersamaan dengan pengambilan surat keterangan lulus.

Dikatakannya, uang perpisahan itu merupakan perintah dari Kepala Sekolah, Yetty.

Bahkan, kutipan uang perpisahan itu sama dengan yang dilakukan di SD 122351, yang notabene masih satu komplek dengan SD 122339.

Dinas Pendidikan Sumut Akan Buka Aktivitas Belajar di Sekolah di 11 Daerah Zona Hijau

Kabar adanya kutipan itu membuat orangtua siswa mengeluh.

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved