Breaking News:

Banjir Medan dan Sejumlah Wilayah Sumut

Banjir Rendam Wilayahnya, Lurah Sinaksak Minta Perhatian PJ Kereta Api

Di Lingkungan III, Kelurahan Sinaksak ini, ketinggian banjir bahkan mencapai tiga meter dari permukaan tanah.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
WARGA Lingkungan III, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun beraktivitas di luar rumah karena mengalami banjir akibat hujan semalaman. 

TRI BUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Guyuran hujan yang turun di Kabupaten Simalungun semalaman membuat sebagian daerah mengalami kebanjiran.

Satu daerah yang menjadi perhatian serius adalah Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Di Lingkungan III, Kelurahan Sinaksak ini, ketinggian banjir bahkan mencapai tiga meter dari permukaan tanah, sesuai dengan kedalaman cekungan permukaan tanah.

Lurah Sinaksak Rapolan Sitio, saat ditemui wartawan mengatakan, sedikitnya ada 37 Kepala Keluarga (KK) terdata yang mengalami dampak kebanjiran.

Ia menyampaikan banjir terjadi lantaran gorong-gorong di wilayahnya yang menjadi pengalir arus air tersumbat.

Banjir di Tiga Kecamatan Kabupaten Asahan, BPBD Sebut Air Kiriman dari Simalungun dan Siantar

Namun kendalanya, gorong-gorong tersebut merupakan milik Perusahaan Jasa Kereta Api (PJKA).

"Setiap turun hujan, ya banjir. Ini karena gorong-gorong PJKA di sana sumbat sehingga air tak mengalir," katanya.

"Volume air saat ini setinggi 1 meter. Kita sudah pernah surati PJKA buat permohonan. Ya, kita berharap pihak terkait supaya serius menanggapinya," harap Rapolan.

Pantauan di lokasi, warga tampak cemas karena volume air yang tak kunjung surut. Aktivitas warga terlihat terganggu dan tidak berjalan seperti biasanya.

Warga Sebut Banjir di Sinaksak Kabupaten Simalungun Terparah Sejak 18 Tahun Terakhir

"Mau kerja tak bisa, karena rumah banjir. Barang-barang harus diselamatkan. Tadi pun makan, masak sama sama di rumah warga yang letaknya di tempat lebih tinggi," ujarnya.

Seorang warga, Suparmin berharap Kamis (18/6/2020) hujan tak turun lagi di Simalungun. Ia dan warga khawatir debit air yang meningkat semakin menenggelamkan rumahnya.

"Mudah-mudahan jangan ada lagi lah hujan sore ini. Kalau hujan juga, hajab lah kita," katanya.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved