Breaking News:

Disdik Pakpak Bharat Sebut Orang Tua Murid Antusias Bila Periode Belajar di Rumah Berakhir

Kadis Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat, Kasiman Berutu mengatakan, pihaknya masih lanjut menggarap persiapan masuk sekolah.

Penulis: Dohu Lase | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
Sejumlah murid SD Negeri menggunakan masker saat berada di sekolah, di Jalan Jati Pulo Brayan Bengkel, Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/6/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRI BUN-MEDAN.COM, DAIRI - Kadis Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat, Kasiman Berutu mengatakan, pihaknya masih lanjut menggarap persiapan masuk sekolah.

Disinggung pernyataan Gubernur Edy Rahmayadi soal belum diizinkannya proses belajar mengajar di sekolah, Kasiman mengaku belum menerima surat resmi tentang itu.

Kepada Tribun Medan via selulernya, Kamis (18/6/2020), Kasiman mengatakan, pihaknya telah menyurati seluruh kepala PAUD, SD, SMP, dan SMA se-Pakpak Bharat untuk melakukan tiga hal.

Pertama, membuat surat kesepakatan bersama komite sekolah terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka, untuk selanjutnya diserahkan ke Dinas Pendidikan Pakpak Bharat paling lambat tanggal 22 Juni 2020.

Kemudian, mengumpulkan surat pernyataan setuju atau tidak setuju dari para orang tua siswa/i, untuk selanjutnya diserahkan paling lambat tanggal 26 Juni 2020.

Terakhir, mengisi daftar periksa kesiapan sekolah sesuai protokol kesehatan, untuk selanjutnya diserahkan paling lambat tanggal 22 Juni 2020.

Jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat, sambungnya, akan mendapat giliran pertama memulai belajar di sekolah, yaitu pada Juli 2020, kemudian disusul SD/sederajat pada September 2020 dan PAUD pada November 2020.

"Surat tersebut kita layangkan sejak kemarin. Dokumen-dokumen yang kita minta untuk diserahkan itu berguna bagi Pemkab Pakpak Bharat untuk sebagai dasar mengizinkan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka, yang rencananya diterbitkan paling lambat minggu pertama Juli 2020," bebernya.

Menurut Kasiman, mayoritas orang tua pelajar di Pakpak Bharat mendambakan belajar tatap muka lantaran metode belajar secara daring tidak efektif.

"Di banyak lokasi di Pakpak Bharat, sinyal internet susah, bahkan tidak ada. Sehingga, guru datang ke rumah peserta didik. Selain itu, banyak pula orang tua belum mampu membelikan ponsel pintar untuk anaknya. Intinya, peserta didik kesulitan mengakses layanan pendidikan bermutu selama periode belajar di rumah," ujar Kasiman mengakhiri.

Sebagai informasi, Kabupaten Pakpak Bharat masih zona hijau penyebaran Covid-19 Kabupaten Dairi.

(cr16/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved