Breaking News:

Sekda Sumut Minta Kabupaten dan Kota Indentifikasi Penyebab Terjadinya Stunting

Untuk beberapa daerah mungkin yang menjadi permasalahan hanya persoalan sanitasi, sedangkan di daerah lain adalah akses layanan kesehatan.

Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
SEKRETARIS Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina menerima audiensi dari Tenaga Ahli Pendamping Konvergensi Intervensi Pencegahan Stunting, Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negri (Kemendagri), di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut. 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara, Sabrina meminta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk dapat mengindentifikasi aspek utama penyebab terjadinya stunting di daerahnya masing-masing, Sabtu (20/6/2020).

Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi disebabkan berbagai aspek, mulai dari pengetahuan ibu yang kurang memadai, infeksi berulang, sanitasi yang buruk, layanan kesehatan yang terbatas atau bahkan gabungan dari seluruh aspek.

Karena itu, indentifikasi penyebab utama stunting menjadi sangat penting untuk memudahkan upaya penyelesaiannya.

“Untuk itu, saat rembuk stunting nanti dengan para kepala daerah 15 kabupaten dan kota prioritas pencegahan stunting, tolong identifikasi penyebab yang paling mendominasi di daerah masing-masing itu harus ditelaah,” ujar Sabrina saat menerima audiensi dari Tenaga Ahli Pendamping Aksi Konvergensi Intervensi Pencegahan Stunting, Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam program Local Government Capacity Building for Acceleration of Stunting Reduction (LGCB – ASR), di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Jalan Sudirman, Kota Medan. 

Pandemi Covid-19, Pemkab Deli Serdang Tak Abaikan Penanganan Stunting

Untuk beberapa daerah mungkin yang menjadi permasalahan hanya persoalan sanitasi, sedangkan di daerah lain adalah akses layanan kesehatan.

Semakin jelas penyebab utamanya, kata Sabrina, maka solusi yang tepat sasaran bisa dikerjakan dan tidak membuang-buang waktu, energi dan anggaran untuk kegiatan yang tidak menjawab permasalahan.

Kepada Tim Pendamping Konvergensi Intervensi Pencegahan Stunting Bangda Kemendagri, Sabrina berharap pendampingan untuk kabupaten dan kota sifatnya juga harus dilengkapi dengan pembaruan atau update informasi-informasi terkini terkait perkembangan stunting.

“Tak bisa dipungkiri, masih banyak juga yang tidak paham dengan stunting ini. Mudah-mudahan sinergi kita ini bisa mengentaskan masalah stunting di Sumut,” harapnya.

Tenaga Ahli Pendamping Konvergensi Intervensi Pencegahan Stunting Bangda Kemendagri Gayuh Tri Upayani menyampaikan dalam waktu dekat dirinya bersama tim akan melakukan rembuk stunting melalui konferensi video dengan kabupaten dan kota daerah pencegahan stunting.

Pemkab Langkat Gelar Musrembang RKPD 2021, Penekanan Stunting jadi Bahasan

Tujuannya ialah untuk melaksanakan tugas perencanaan, koordinasi, monitoring dan evaluasi, advokasi, sosialisasi dan komunikasi dalam penurunan stunting.

“Tugas kami mendampingi provinsi untuk membina 15 kabupaten dan kota dalam menyelesaikan permasalahan stunting. Ada 8 aksi konvergensi pencegahan stunting dan saat ini di Sumut sudah memasuki aksi ketiga, yakni Rembuk Stunting. Terima kasih atas arahan dan bimbingan yang Ibu sampaikan, akan kami tindak lanjuti saat rembuk nanti,” tutur Gayuh kepada Sabrina.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, prevalensi stunting di Sumut ditemukan 32,4 % balita stunting. Sedangkan tahun 2019, prevalensi di Sumut 30,11 persen.

Adapun, 15 kabupaten dan kota lokus pencegahan stunting di Sumut yakni Nias, Nias Selatan, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Simalungun, Dairi, Nias Barat, Deliserdang, Padang Lawas, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Medan, Langkat, Gunungsitoli dan Nias Utara.(wen/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved