Harga Mobil Bekas di Medan Turun, Penjualan Ikut Mandek

Penurunan harga mobil bekas ini sudah terjadi sejak Maret 2020.Penyusutannya bisa terjadi sekitar lima persen tergantung tahun dan merek mobilnya.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
MOBIL-mobil bekas di Endicha Mobil Jalan Ringroad Simpang Pasar II Medan, Sabtu (20/6/2020). Seiring dengan menurunnya harga mobil bekas, penjualan unitnya juga mengalami penurunan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa waktu belakangan mobil bekas mengalami penurunan harga.

Seiring dengan menurunnya harga mobil bekas, penjualan unitnya juga mengalami penurunan.

Hal ini diamini seorang karyawan showroom mobil bekas di Jalan Ringroad Endicha Mobil, Agus Salim.

Ia mengatakan penurunan harga mobil bekas ini sudah terjadi sejak Maret 2020.

Penyusutannya bisa terjadi sekitar lima persen tergantung tahun dan merek mobilnya.

"Kondisinya sekarang daya beli konsumen kurang. Selain itu sudah tiga bulan ini proses kredit mobil susah. Leasing tidak mau memproses kredit, jika bisapun dengan uang muka hampir 50 persen mending beli cash kan," ujarnya, Sabtu (20/6/2020).

Ia mengatakan sulitnya memproses kredit di leasing ini juga membuat konsumen yang ingin mengganti unitnya tertunda. Namun kata Agus, pemilik mobil yang ingin menjual mobilnya ke showroom ini mengalami peningkatan.

"Kalau yang mau jual mobil ada peningkatannya sekitar 10 persenlah. Alasannya karena mereka khawatir harga mobil nantinya akan semakin turun, selain itu banyak juga yang mau menjual mobilnya karena enggak dipakai selama di rumah saja. Kebanyakan pengemudi driver taksi online juga minta over kredit," katanya.

Ia mencontohkan saat ini Kijang Innova tahun 2013 dijual Rp 208 juta padahal saat Januari mobil ini masih dijual Rp 220 juta.

Selain itu Daihatsu Xenia tahun 2016 yang Januari masih bisa dijual sekitar Rp 135 juta namun kini hanya Rp 130 juta saja.

Pasar Mobil Bekas di Medan, Harga Jual Alami Penurunan hingga Belasan Juta Rupiah

"Dalam beberapa bulan saja penurunnya bisa Rp 12 juta. Ada juga yang kita jual remis. Selama tujuh tahun kita buka, baru ini kejadian seperti ini. Mulai Maret harga sudah tidak normal, sudah jatuh drastis harganya," katanya.

Ia mengatakan saat ini kebanyakan pembeli mencari mobil menengah ke atas seperti Mitsubishi Pajero.

"Karena sekarang gak bisa kredit yang punya banyak uang mending ambil yang bagus dan gak harus rajin dibawa ke bengkel. Kebanyakan dulunya memaksakan untuk punya mobil dengan DP kecil sekarang gak bisa lagi," katanya.

Ia mengatakan saat ini untuk kredit DP yang harus dibayarkan 40 hingga 50 persen dari harga mobil padahal dulunya bisa 8 sampai 10 persen saja.

"Kebijakanya dari leasing karena mungkin takut ada susah bayar juga. Makanya saat lebaran kemarin juga kami sepi padahal biasanya habis semua mobil kami terjual," pungkasnya.

Hal serupa juga dikatakan pemilik salah satu showroom mobil bekas di daerah Ringroad Arif. Ia mengatakan penurunan harga mobil terjadi di kisaran Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

"Kita menyediakan semua merek mobil. Paling dicari mobil keluarga, tapi ini penjualan juga sepi. Malah yang mau jual mobil banyak, tapi kami enggak beli karena stok juga masih banyak," katanya.

Berita Foto: Bisnis Mobil Bekas Kian Lesu, Penjualan Menurun Hingga 80 Persen

Ia mengatakan kebanyakan masyarakat yang ingin menjual mobilnya biasanya untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup karena tidak bekerja lagi.

"Tapi pagi ada yang datang mau jual mobilnya karena di PHK. Ada juga pengemudi taksi online yang jual mobilnya karena sudah susah dapat orderan," katanya.

Meski begitu, ia mengatakan masih ada yang melakukan kunjungan ke showroomnya. Namun hanya untuk mengetahui harga dan pasaran mobil bekas saja. Selain melakukan pemasaran secara offline, ia juga menjual mobil di situs jual beli dan media sosial.

"Sekarang lebih banyak pembelian dari situs belanja online, Instagram, Facebook, dan lain sebagainya. Tapi kita tetap ada penjualan kok, hanya saja menurun lah hingga 50 persen," pungkasnya. (sep/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved