Latihan PSMS Hanya Diikuti 5 Orang, Ardi Jaga Semangat Pemain
Pelatih fisik PSMS Medan Ardi Nusri tak patah semangatnya melatih mesikpun tim belum lengkap dan pemain silih bergantian absen latihan.
TRIBUN-MEDAN.com - Pelatih fisik PSMS Medan Ardi Nusri tak patah semangatnya melatih mesikpun tim belum lengkap dan pemain silih bergantian absen latihan.
Ia tetap memanfaatkan waktu untuk memperbaiki kemampuan fisik pemain.Semangat tim pelatih dan pemain sempat meningkat setelah awal pekan ini mendengar kepastian dari PSSI bahwa Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 akan dilanjutkan. Namun, tak lama kemudian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa kegiatan olahraga yang bersentuhan fisik seperti sepakbola dan bola basket belum diizinkan.
"Tentu kita sambut baik kabar dari PSSI. Tapi yang saya dengar dari Gugus Tugas juga belum mengizinkan. Mau lanjut atau belum dapat izin, sebagai seorang pelatih kami harus menjaga semangat pemain. Kami yang memimpin latihan tidak boleh kalah semangat dengan pemain karena kitalah tiangnya," ujar Ardi, Sabtu (20/6/2020).
PSMS tetap latihan tiga kali sepekan meskipun sering kali tidak semua pemain yang berdomisili di Medan hadir.
"Kemarin (Jumat) yang latihan hanya lima orang saja. Saya sudah tahu banyak yang izin. Tapi, bagi saya, sedikit atau banyak yang latihan, semangat harus sama," tambahnya.
Pelatih yang juga dosen di Unimed ini juga mengatakan akan memanfaatkan pemain yang ada saat ini untuk persiapan lebih awal. Mengingat pemain yang dari luar Medan belum hadir.
"Persiapannya, jadi yang ada ini dulu kami siapkan. Syukur-syukur pemain yang dari luar cepat datang jadi lebih baik. Semakin panjang persiapan itu semakin lebih baik," ungkapnya.
Sejak dimulai pekan lalu, latihan PSMS di Kebun Bunga hanya diikuti sebelas pemain yang berdomisili di Medan dan sekitarnya. Manajemen PSMS menargetkan awal Juli semua pemain yang dari luar Medan sudah bergabung sehingga pemusatan latihan bisa dimulai.
Ardi menilai fisik pemain yang rutin latihan telah mengalami peningkatan. Ia tinggal menunggu pemain datang semua untuk diberikan program baru menatap kompetisi Liga 2.
"Tentu naik grafiknya, tapi tidak terlalu. Karena saya juga tidak mau memaksa pemain. Melatih ini harus ada seninya juga. Kalau dipaksa sementara pemain yang lain belum datang, mereka merasa tertekan," pungkasnya. (lam)
Rohim Antusias Raih Tiket Promosi
Kiper PSMS Medan Abdul Rohim, rajin mengikuti latihan di Stadion Kebun Bunga.
Ia pun mengaku senang mendengar kompetisi bakal bergulir kembali Oktober mendatang.
"Bagus dong sudah ada kepastian. Tentu kita pemain sangat antusiaslah. Akhirnya liga bisa kembali main setelah beberapa bulan jeda karena virus corona," kata Rohim, Sabtu (20/6/2020).
Mantan kiper Persebaya Surabaya di Liga 1 musim lalu ini mengaku tidak mempermasalahkan format home tournament yang kemungkinan akan diberlakukan untuk Liga 2.
"Intinya kita ikuti saja peraturan yang nantinya ditetapkan oleh PSSI. Saat ini kita tunggu saja," ucap pemain yang juga prajurit TNI ini.
"Lanjutan Liga 2 nanti pasti akan sangat menantang. Ada 24 tim Liga 2. Tentu persaingan untuk meraihnya semakin ketat. Tapi tetap kita optimis untuk meraih itu," pungkasnya. (lam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/19062020_psms_medan_danil_siregar-4.jpg)