Sepanjang April 2020, Nilai Ekspor Sumut Mengalami Penurunan 6,85 Persen
Berdasarkan negara tujuannya, sepanjang bulan April 2020 negara Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang merupakan pangsa ekspor terbesar Sumatera Utara,
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat bulan April 2020, nilai ekspor Sumut mengalami penurunan dibandingkan bulan Maret 2020, yaitu dari US$641,38 juta menjadi US$597,47 juta atau turun sebesar 6,85 persen dan turun sebesar 1,59 persen bila dibandingkan April 2019.
• Stok Diperkirakan Masih Menumpuk, Ekspor Karet dan Minyak Sumut Sepanjang April 2020 Menurun
Kepala BPS Syech Suhaimi mengatakan ekspor golongan barang yang mengalami penurunan terbesar pada bulan April 2020 terhadap Maret 2020 terjadi pada golongan karet dan barang dari karet sebesar US$14,90 juta atau turun 16,53% diikuti tembakau sebesar US$12,87 juta, turun 69,79% serta lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$10,98 juta yakni turun sebesar 4,87%.
“Sedangkan ekspor golongan barang utama Sumatera Utara pada April 2020 terhadap Maret 2020 yang mengalami kenaikan terbesar adalah golongan sabun dan preparat pembersih sebesar US$7,73 juta atau naik sebesar 33,29%, diikuti ikan dan udang naik sebesar US$1,57 juta atau sebesar 6,28%,” katanya.
Sedangkan berdasarkan negara tujuannya, sepanjang bulan April 2020 negara Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang merupakan pangsa ekspor terbesar Sumatera Utara, masing-masing sebesar US$89,86 juta, US$67,88 juta dan US$36,73 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,55 persen.
”Sekitar 29,82 persen barang ekspor dari Sumatera Utara dipasarkan ke kawasan Asia di luar ASEAN. Selain ketiga negara tersebut, negara India dan Bangladesh merupakan pangsa ekspor untuk kawasan Asia di luar ASEAN yaitu sebesar US$29,41 juta dan US$2,01 juta,” katanya.
Sementara dari sisi impor nilai impor melalui Sumatera Utara, pada bulan April 2020 mengalami kenaikan sebesar 4,64 persen dibandingkan bulan Maret 2020.
Namun bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami penurunan sebesar 15,77 persen.
• Ekspor Cengkih Sumut Meningkat di Masa New Normal, Jadi Ranah Eksportir Muda Raup Keuntungan
“Dari total impor Sumatera Utara pada April 2020 sebesar US$351,59 juta, impor bahan baku/penolong memberikan peran terbesar, yaitu sebesar 79,55 persen dengan nilai US$279,68 juta, diikuti oleh impor barang konsumsi sebesar 11,41 persen dengan nilai US$40,10 juta, dan impor barang modal sebesar 9,04 persen dengan nilai US$31,80 juta," katanya
Ia mengatakan nilai impor bulan April 2020 jika dibanding bulan Maret 2020, barang modal turun sebesar 15,42 persen, bahan baku/penolong naik sebesar 4,31 persen dan barang konsumsi naik sebesar 32,37 persen.
"Nilai impor terbesar bulan April 2020 berasal dari golongan ampas/sisa industri makanan sebesar US$43,86 juta, diikuti mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$33,17 juta dan golongan mesin/peralatan listrik sebesar US$22,51 juta," pungkasnya (sep/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bps-sumut-deflasi.jpg)