Breaking News:

KPK Jebloskan 2 Mantan Anggota DPRD Sumut ke Penjara,Terbukti Terima Suap dari Mantan Gubernur Gatot

Jaksa Eksekusi KPK, telah melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA), atas nama terdakwa Syafrida Fitrie dan terdakwa Rahmian

Penulis: Satia | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN-

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan dua mantan anggota DPRD Sumatra Utara, ke dalam sel. 

Legislator itu, merupakan terdakwa kasus suap berjamaah terkait pengesahan APBD Sumut pada 2012 hingga 2015, Senin (22/6/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, keduanya ialah, Syafrida Fitrie dan Rahmiana Delima Pulungan.

Keduanya, telah terbukti menerima suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

"Jaksa Eksekusi KPK, telah melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA), atas nama terdakwa Syafrida Fitrie dan terdakwa Rahmiana Delima Pulungan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan memasukkan terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Klas IIA Medan,"  ucapnya, melalui pesan WhatsApp. 

Keduanya, dinyatakan bersalah dalam kasus suap terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut 2015. 

Kendati dinyatakan bersalah, keduanya mendapat hukuman berbeda. Adapun Syafrida Fitrie, mendapat ganjaran pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Selain itu, Fikri mengatakan, pelaku dibebani untuk membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp647,5 juta dengan ketentuan, harus dibayar dalam waktu satu bulan setelah mendapat putusan berkekuatan hukum tetap.

Jika tidak, jaksa eksekusi akan menyita harta bendanya untuk dilelang guna menutupi uang pengganti tersebut.

"Dalam hal tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana penjara selama 1 tahun," ujarnya.

Sedangkan, untuk Rahmianna Delima Pulungan, mendapat hukuman penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Dia juga dibebani membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp 527,5 juta.

Ia mengatakan, uang itu wajib dibayar pasca satu bulan mendapat putusan berkekekuatan hukum tetap. Jika tidak, jaksa eksekusi akan menyita harta bendanya untuk dilelang guna menutupi uang pengganti tersebut.
"Dalam hal tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana penjara selama 1 tahun," tutup Fikri.

(Wen/Tri bun-Medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved