Breaking News:

Luncurkan Dapur Sedekah, Komunitas FTS Medan Bagikan 300 Porsi Makan Siang Bagi Kaum Dhuafa

Program Dapur Sedekah ini dilakukan untuk memulai konsep baru berbagi sedekah dengan sesuai protokol kesehatan.

TRI BUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI kegiatan Food Truck Sedekah (FTS) bersama komunitas yang menjadi mitra pada program Dapur Sedekah beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Komunitas Food Truck Sedekah (FTS) kembali meluncurkan program baru setelah sukses merintis program Food Heroes dan Sedekah On The Go beberapa waktu lalu.

Program terbaru FTS ini bertajuk Dapur Sedekah.

Ketua FTS Medan, Debbie Angelia Yuliasari mengungkapkan, program Dapur Sedekah ini dilakukan untuk memulai konsep baru berbagi sedekah dengan sesuai protokol kesehatan.

"Karena kegiatan kita biasanya menimbulkan keramaian, kita belum bisa menerapkan pengaturan jarak perorangnya, terus peralatan makan yang dipakai secara berulang, kita tidak bisa menjalankan program seperti biasanya. Disisi lain kita harus tetap menyalurkan amanah dari donatur. Jadi kita buatlah program rutin dengan "New Concept" namanya Dapur Sedekah," ungkap Debbie, Senin (22/6/2020).

Ingin Kembali Ke Jalan yang Benar, Anggota KKB Tendison Enumbi Menyerahkan Diri

Program Dapur Sedekah ini sudah dijalankan sejak 2 Juni 2020 dengan memiliki tiga titik dapur, yaitu Medan Johor, Medan Amplas, dan Medan Tembung dengan membagikan 300 makan siang dari tiga dapur tersebut setiap minggunya.

Debbie menjelaskan bahwa makanan dari Dapur Sedekah ini diprioritaskan bagi warga kurang mampu.

"Konsep DS ini yaitu menyediakan makanan gratis untuk komunitas, organisasi, Instansi atau pribadi yang ingin menjadi mitra penyaluran makanan kepada fakir, miskin, dhuafa dan orang yang membutuhkan. Mitra dapat mengambil makanan siap saji di DS terdekat dari lokasi mereka. Makanan siap saji disediakan dalam wadah makanan take home," jelas Debbie.

PLN Kembali Catat Meter Listrik ke Rumah Pelanggan, Dasar Perhitungan Rekening Listrik

Bagi Mitra yang ingin bergabung untuk program sosial ini, Debbie juga menuturkan bahwa FTS juga menerima donasi dalam bentuk sumbangan uang tunai yang nantinya uang tersebut akan diolah untuk membeli bahan baku untuk diproduksi.

"Para mitra juga dapat menyalurkan uang donasi ummat melalui DS untuk diproduksi menjadi makanan siap saji utk kemudian didistribusikan bersama-sama. Melalui kegiatan DS ini, kita ingin menambah cakupan atau jangkauan penerima manfaat sedekah dan mendorong pihak yang ingin menyalurkan sedekah untuk berkolaborasi," kata Debbie.

Selama pandemi ini, Debbie menceritakan tantangan yang dihadapi untuk tetap menjalan program dari FTS.

"Karena ini di masa pandemi tapi tetap harus menyalurkan donasi dan membantu sesama, nah disitu tantangannya, bagaimana caranya kita tetap bisa berkegiatan di masa pandemi ini. Tujuannya agar masyarakat yang membutuhkan bisa terbantu dalam hal memenuhi kebutuhan makannya," jelasnya.

Selain menerima donasi berupa uang, Debbie juga menjelaskan bahwa FTS juga menerima donasi dalam bentuk bahan baku.

Fraksi Gerindra Nilai Pemko Medan Gagal Kelola Keuangan Daerah, Ini Alasannya

"Selain uang, kita juga menerima bahan baku untuk di sumbangkan ke DS, bahan bakunya bebas tidak ada patokan. Yang masak untuk di DS ini kita ada tukang masak, jadi untuk beberapa tim bantu dalam pengemasannya," ucapnya.

Tim yang turut berkontribusi dalam Dapur Sedekah ini ada Indah. Indah sendiri mengungkapkan rasa syukurnya dapat tetap berbagi walau masih berada dalam masa pandemi corona.

"Akibat pendemi ini banyak masyarakat kekurangan dalam aspek penghasilan mereka yang dari biasanya dan insyaAllah dengan adanya Dapur Sedekah ini dapat sedikit membantu menutupi kebutuhan mereka melalui pembagian makan siang pada mereka," pungkas Indah.(cr13/tri bun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved