Breaking News:

Verifikasi Administrasi, Balon Wali Kota Pematangsiantar Ojak Naibaho Didukung 19.050 Pendukung

Dari hasil verifikasi administrasi yang dilaksanakan timnya dan relawan OKE, terdapat adanya selisih dukungan sebesar 95 pendukung.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
PASANGAN calon Wali Kota Pematangsiantar dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Ojak Naibaho dan Efendi Siregar menerima hasil verifikasi faktual di KPUD Pematangsiantar, Selasa (23/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pematangsiantar menggelar penyampaian dukungan atau verifikasi administrasi bakal pasangan calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar jalur perseorangan periode 2020-2025.

Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Ojak Naibaho dan Efendi Siregar yang mengusung julukan OKE, hadir sebagai satu-satunya pasangan dari jalur perorangan di Kantor KPUD, Selasa (23/6/2020) pagi.

Ketua KPU Pematangsiantar Daniel Sibarani menyampakan, dari hasil verifikasi administrasi yang dilaksanakan timnya dan relawan OKE, terdapat adanya selisih dukungan sebesar 95 pendukung.

"Tadi kita menyerahkan hasil verifikasi administrasi syarat dukungan bakal calon perseorangan untuk bakal pasangan calon perseorangan ojak Naibaho dan Effendi siregar," ujar Daniel Sibarani.

Katanya, hasil verifikasi ditemukan 95 dukungan kepada pasangan OKE, tidak memenuhi syarat,

Alhasil dukungan sebelumnya mencapai 19.145 kini berkurang menjadi 19.050.

Pilkada Siantar Ditunda hingga Desember 2020, Anggaran Rp16 Miliar Masih di Rekening KPUD

"Sebanyak 19.050 dukungan yang memenuhi syarat akan dilanjutkan dengan verifikasi faktual oleh Petugas Pemungutan Suara (PPS) di kelurahan," ujar Daniel.

Verifikasi faktual nantinya dilaksanakan selama 14 hari terhitung semenjak PPS menerima hasil verifikasi administrasi ini.

Untuk melaksanakan verifikasi ini, PPS akan mendatangi rumah rumah pendukung pasangan OKE dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam kunjungan itu, PPS akan dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD( berupa masker, handsanitizer, sarung tangan dan Face Shield.

"PPS sebelum melakukan verifikasi faktual juga harus melakukan pengecekan suhu dengan termogan yang kita bagikan ke setiap PPS di setiap kelurahan," tutupnya.

Sementara itu, Ojak Naibaho menjelaskan, berkurangnya 95 pendukung itu lantaran kesalahan penulisan oleh relawan. Kendati demikian, hal itu tak menghambat apa-apa dalam perjuangan mereka melayani masyarakat sebagai kepala daerah Kota Pematangsiantar.

Binsar Situmorang Kembalikan Formulir Partai Demokrat Maju Pilkada Siantar

"Mungkin ada penulisan yang salah. KTP pendukung mungkin KTP lama. Gak sesuai tertulis di kertas. Itu saja," ujar Ojak.

Dalam pencalonan melalui jalur perseorangan, pasangan OKE melenggang lancar dengan surplus dukungan jauh di atas ambang dukungan yang ditetapkan KPU yakni 17.910 orang.

"Persyaratannya, harus ada 17.910 calon perorangan. Kita sudah surplus seribu lebih. Maka nanti saat verifikasi faktual,
KPU yang melakukan sensus secara door to door akan didampingi dengan tim kita di kordinator kita," ucapnya seraya berharap mendapat dukungan terus menerus dari masyarakat Kota Pematangsiantar.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved