Gelar Webinar dengan Wagub dan Kapolda, GMKI Sumut-NAD Bahas Tata Aturan New Normal

GMKI melakukan webinar Zoom bertajuk "Pemimpin Di Badai Pandemi, Sumatera Utara Bangkit", Rabu (24/6/2020).

Editor: Juang Naibaho
Screenshot Webinar
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) membahas New Normal bersama pejabat lain dan GMKI melalui webinar, Rabu (24/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumatera Utara - NAD menyikapi penerapan new normal di beberapa kabupaten/kota Sumatera Utara dengan melakukan webinar Zoom bertajuk "Pemimpin Di Badai Pandemi, Sumatera Utara Bangkit", Rabu (24/6/2020).

Adapun yang hadir adalah Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Tapanuli Selatan, Bupati Tapanuli Tengah, Bupati Karo, Bupati Dairi, Direktur Pascasarjana USU Prof, Dr. Robert Sibarani dan ketua komisi kejaksaan RI Dr Barita Simajuntak yang mengulas kesiapan Sumut terutama daerah dalam menyambut imbauan pemerintah New Normal 1 Juli 2020 mendatang.

Koordinator Wilayah GMKI Sumut - NAD, Gito M Pardede, mengungkapkan pemerintah sudah harus memikirkan langkah-langkah untuk tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 saat new normal diterapkan.

"Kita harus visioner melihat kondisi ini, masyarakat dan pemerintah tidak bisa begini saja, kita harus bangkit menghadapi new normal yang sudah di depan mata, namun harus tetap memperhatikan beberapa syarat dan kondisi tertentu" ungkap Gito

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) dalam sambutannya meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Terutama menjelang penerapan konsep new normal (kebiasaan baru) yang saat ini tengah disusun bagaimana pemberlakuannya di tengah masyarakat.

"Suasana pandemi ini kita harus memikirkan ekonomi harus bangkit, begitu juga pendidikan, namun harus kita persiapkan fasilitas new normalnya," ujar Ijeck

Di sisi lain Kapolda Irjen Martani Sormin menyatakan kesiapan Polda Sumut menyambut new normal apabila resmi diberlakukan.

"Kami sudah lakukan 151 ribu kegiatan publikasi kepada masyarakat tentang bahaya corona dan kerja sama dengan stake holder polda termasuk mahasiswa dan edukasi masyarakat yang akan kita galakkan sampai pada fase new normal nantinya" ucap Martuani.

Sedangkan tanggapan beberapa kepala daerah seperti Nikson Nababan, Syahrul Pasaribu, Edi Berutu, dan Wakil Bupati Tapteng sepakat bahwa penerapan new normal memerlukan sarana dan prasarana baru untuk menunjang protokoler kesehatan dalam kehidupan sehari hari.

Dan, hal tersebut memerlukan perhatian Pemprov.

"Tapanuli Utara butuh kelengkapan medis tambahan dalam fase new normal nanti, kami berupaya untuk menyiapkan fasilitas Covid-19 di rumah sakit di Taput," ujar Nikson.

Terkait pemberlakuan New Normal, Bupati Karo Terkelin Brahmana menambahkan akan mendukung elemen masyarakat atau kepala desa yang berinovasi selama penanganan Covid-19 di tanah Karo.

"Di tanah Karo ada kepala desa yang berprestasi, dia Puji Tarigan yang berhasil membuat perdes yang sangat bagus dalam penanganan Covid-19 di tingkat desa Kandibata. Beliau dapat penghargaan dari Kapolda Sumut terkait upayanya memutus rantai penyebaran Covid-19 di desanya, yang menjadi rujukan desa-desa di kabupaten Karo," ujar Terkelin.

Dalam penutupnya Gito kembali mengingatkan beberapa catatan terkait pemberlakuan New Normal di Sumut. Sebab, masih ada juga kota seperti Medan yang belum bisa menerapkannya disebabkan kondisi daerah yang masih zona merah.

(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved