Gerakan Seniman Pekarya Indonesia Gelar Pangkas dan Bekam Gratis Bagi Pengunjung Danau Siombak

Gerakan Seniman Pekarya Indonesia menggelar aksi sosial Pangkas dan Bekam Gratis di Taman Wisata Danau Siombak, Minggu (28/6/2020).

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Kegiatan pangkas rambut gratis oleh Gerakan Seniman Pekarya Indonesia untuk para pengunjung Taman Wisata Danau Siombak, Minggu (28/6/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berangkat dari kepedulian terhadap kehidupan anak-anak di panti asuhan yang turut terkena dampak dari pandemi Covid-19, Gerakan Seniman Pekarya Indonesia menggelar aksi sosial Pangkas dan Bekam Gratis di Taman Wisata Danau Siombak, Minggu (28/6/2020).

Promotor kegiatan, Didi, mengungkapkan bahwa aksi sosial ini merupakan penggalangan dana untuk anak-anak panti asuhan.

Ia menuturkan bahwa dalam aksi sosial ini, pengunjung tidak dipatok biaya dan dapat membayar seikhlas hati.

"Kita lakukan aksi sosial amal berupa pangkas dan bekam gratis. Bekam ini dari Gerakan Bekam Indonesia. Kita tidak mematokkan biaya. Tapi di sini kita galang dana sosial dengan para pengunjung boleh membawa pakaian layak pakai, Buku-buku, atau uang seikhlasnya. Di sini kita juga sudah umumkan ke sosial media," ungkap Didi.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 14.30 hingga sekitaran pukul 17.00 WIB.

Didi menuturkan persiapan yang memakan waktu hingga satu bulan ini ada beberapa tantangan yang harus dihadapi.

"Kalau keterbatasan mungkin dari personel kita paling berapa orang yang sanggup. Seperti anggota yang handle bagian pangkas atau bekam. Tapi kita juga udah handle dengan kontak beberapa anggota. Sejauh ini masih aman ya," tuturnya.

Dalam aksi pangkas dan bekam gratis ini, banyak warga yang antre untuk menikmati pelayanan dari Gerakan Seniman Pekarya Indonesia ini.

Diantaranya ada Surya yang menunggu anaknya pangkas. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini sangat positif, terlebih anaknya sudah beberapa bulan belakangan belum bisa untuk pangkas rambut akibat pandemi Covid-19.

"Ini gerakan positif dari teman-teman dari Gerakan Seniman Pekarya Indonesia. Sudah berapa bulan anak saya ini belum pangkas karena Covid-19 ya, takut juga kemarin keluar. Apalagi ini dilakukan di tempat terbuka, jadi anak-anak sangat rileks. Mudah-mudahan terus berlanjut karena ini gerakan yang begitu positif," ucap Surya.

Senada dengan Surya, Pengelola Taman Wisata Danau Siombak Erlianto sangat mengapresiasi kegiatan sosial dari Gerakan Seniman Pekarya Indonesia.

Ia menilai bahwa gerakan ini unik karena tidak hanya menggalang dana tapi juga membantu memfasilitasi warga untuk pangkas rambut dan bekam untuk kesehatan.

"Ini mengarah ke sosial, saya selaku pengelola sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan untuk pangkas rambut gratis. Kita dihubungkan dengan aktivis mangrove jadi, Wibi. Wibi ini yang memberitahu bahwa ada teman-teman akan melakukan aksi sosial. Kita tentu senang ya, selain ini kegiatan sosial yang bermanfaat dengan memangkas rambut," pungkas Erlianto.

(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved