Breaking News:

Kolaborasi dengan Goethe Institut Singapore, Sound of Medan Tampilkan Kontras Kehidupan Warga

Medan menjadi perwakilan Indonesia dengan tajuk Sound of Medan yang berjudul Nostalgic Contrast yang baru saja dirilis pada bulan Juni 2020 ini.

TRIBUN MEDAN/HO
PROSES penggarapan Sound of Medan dengan terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan beragam suara aktivitas kota Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Medan menjadi kota heterogen dengan segala keberagaman di dalamnya.

Banyak hal kontras yang terjadi dalam hiruk pikuk perkotaan yang menarik untuk dipresentasikan ke masyarakat luas.

Berangkat dari hal tersebut, para seniman asal Medan, Rani Jambak (composer music), Evi Ovtiana (sutradara video) dan Matthias Jochmann (producer asal Jerman) dan Benny Suhendra Panjaitan (videografer) ini berkolaborasi Goethe Institut Singapore untuk tergabung dalam project Sound of X.

Sound of X sendiri menjadi project musik yang diikuti oleh 8 kota dari 8 negara, diantaranya Singapore (Singapore), Medan (Indonesia), Yangoon (Myanmar), Ho Chi Minh City (Vietnam), Tamaki Makaurau (Selandia Baru), Sidney (Australia), Kuala Lumpur (Malaysia) , dan Manila (Filipina).

Medan menjadi perwakilan Indonesia dengan tajuk Sound of Medan yang berjudul Nostalgic Contrast yang baru saja dirilis pada bulan Juni 2020 ini bersama 7 negara lainnya.

Composer Music, Rani Jambak mengungkapkan, dalam project ini bersama Goethe Institut ingin menunjukkan sisi lain kota Medan selain kebudayaan yang selama ini ditampilkan melalui audiovisual.

"Dari Goethe ini sendiri disini kita menceritakan suara apapun yang ada di kota. Apapun itu, kemudian kita tentukan lagi objeknya Medan tapi dari sisi mana. Jadi sejak bulan April tahun lalu kita diskusi dari pandangan personal apa sih yang ingin kita tunjukkan dari Medan," ungkap Rani, Minggu (28/6/2020).

Liga 2 Segera Digulirkan, Manajer PSMS Berharap Tidak Ada Settingan dan Mafia

Berkaitan dengan judul Nostalgic Contrast, Rani menuturkan bahwa mereka ingin menampilkan sisi kontras kota Medan yang menjadi unik ketika dikemas dalam bentuk seni.

"Kita melihat bersih dan kotor bisa saling berdampingan, rumah megah bisa bersanding dengan rumah nonpermanen. Kontras itu selalu ada di Medan dari situ kita bergerak untuk secara suara dan visual kita benar- menggambarkan Medan dengan keunikannya yang bisa kita jumpai ketika kita datang ke Medan," ujarnya.

Video berdurasi 4.34 menit ini menampilkan segala bentuk suara aktivitas di kehidupan masyarakat mulai dari suara mesin jahit, suara kereta api, tarikan suara mesin, hingga suara belum tukang roti keliling.

Halaman
123
Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved