Breaking News:

Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Dana Bansos Rp 600 Ribu Disunat Tinggal Rp 100 Ribu, kepada Polisi

Kejari Dairi mengembalikan berkas perkara kasus sunat dana Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Buluduri, Kecamatan Lae Parira, kepada polisi

TRIBUN MEDAN / ISTIMEWA
Istri Kades Buluduri dan beberapa pembagi uang bantuan sosial dijemput polisi untuk dimintai keterangan, Selasa (12/5/2020), di Kantor Kades Buluduri, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Kejari Dairi mengembalikan berkas perkara kasus sunat dana Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Buluduri, Kecamatan Lae Parira, lantaran tidak lengkap.

Kasi Intel Kejari Dairi, Andri Dharma mengatakan, mereka mengembalikan berkas tersebut kepada Polres Dairi agar segera dilengkapi.

Pasalnya, setelah meneliti berkas perkara tersebut, ada syarat formal dan material belum terpenuhi.

"P-18 dan P-19. Kami kirimkan kembali berkas perkara itu karena belum lengkap," kata Andri, Senin, (29/6/2020).

Kasus dana bansos di Desa Buluduri terjadi medio Mei 2020 lalu. Dana bantuan sebesar Rp 600 ribu disunat tinggal Rp 100 ribu. 

Andri menyebut, saksi dan sejumlah syarat formal lain masih kurang. Selain itu, unsur delik yang dipersangkakan belum terpenuhi.

Sementara itu, Kanit Tipikor Sat Reskrim Polres Dairi, Ipda Tobok Panggabean mengaku belum menerima berkas perkara yang, kata jaksa, dikembalikan itu.

"Kalau sudah kita terima, kita lihat dulu mana yang belum lengkap dan secepatnya dilengkapi sesuai permintaan jaksa," ujar Tobok.

Sebagai informasi, polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yaitu Masniar Sitoru, yang tak lain adalah istri Kades Buluduri, serta Eni Aritonang. Pasal yang dipersangkakan ialah Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pasal 55 dan 56 tentang Penyertaan.

(cr16/tri bun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved