Breaking News:

News Video

Akhyar Tiba-tiba Minta Maaf Saat Rapat Paripurna Jelang HUT Kota Medan, Ternyata Ini Penyebabnya?

Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution meminta maaf kepada warga Kota Medan karena pandemi Covid-19 banyak rencana pembangunan yang harus dibatalkan.

Akhyar Tiba-tiba Minta Maaf Saat Rapat Paripurna Jelang HUT Kota Medan, Ternyata Ini Penyebabnya?

TRI BUN-MEDAN.com - Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution meminta maaf kepada warga Kota Medan karena pandemi Covid-19 banyak rencana pembangunan yang harus dibatalkan.

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka peringatan hari Jadi Kota Medan ke 430 1 juli 1950-1 juli 2020, di Gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 1, Petisah Tengah, Selasa (30/7/2020).

"Kami Pemko Medan memohon maaf kepada warga kota Medan karena pandemi Covid-19, beberapa rencana pembangunan terpaksa direview karena alokasi anggarannya diperuntukkan untuk menangani Pandemi," katanya.

Ia mengatakan jika pendapatan Pemko Medan kembali pulih, maka rencana pembangunan yang sudah ada, akan kembali dilanjutkan.

"Memang pandem ini mengakibatkan berkurangnya pendapatan Pemko Medan sesuai juga dengan pendapatan masyarakat, sehingga anggaran yang ada, sudah dialokasikan dan direfusing untuk penanganan covid-19," ujarnya.

"Sehingga banyak rencana rencana kerja yang harus kita review kembali, dan kami berusaha jika pendapatan pemerintah kota Medan kembali menunjukkan kenaikan, maka yang sudah disiapkan yang sudah direncanakan, akan kita laksanakan kembali," tambahnya.

Akhyar mengatakan angka positif Covid-19 di Medan, terus mengalami kenaikan, hal tersebut seiring dengan dilakukannya rapid tes massal di sejumlah tempat.

Ia mengatakan sebagian besar angka positif Covid-19 tersebut, berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kemudian menularkan pada orang-orang sekitarnya.

Ia meminta agar warga Medan jangan takut apabila dilakukannya periksaan, ia mengatakan bahwa pasien Covid-19 harus diobati agar tidak menularkan ke orang lain.

"Pasien positif Covid-19 mengalami kenaikan dan hampir 1000 orang. Dan umumnya yang positif ini adalah OTG. Mohon bantuan dan perhatian dari kita semua. Ini penyakit, bukan aib tapi harus dirawat dan diobat, masih banyak diantara kita yang menganggap ini aib sehingga harus ditutupi karena dia OTG dia tetap melakukan aktifitas sehingga akhirnya dia menularkan ke banyak orang. Untuk itu kami mengajak semua untuk menyadarkan, bahwa ini penyakit yang harus diobati bukan aib," urainya..

Selain itu ia Akhyar berjanji, bahwa Pemko medan akan transparan terkait penggunaan anggaran untuk Covid-19.

"Saya mengajak tidak ada yang merasa paling hebat, kamis siap bekerja sama menyampaikan apa yang harus disampaikan, tidak ada yang ditutup-tutupi, karena ini semua adalah amanah dan tanggungjwab bersama," jelasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved