PSMS Medan

Dana Subsidi Belum Ada Kepastian dari LIB, PSMS Medan Tagih Termin Kedua Rp 300 Juta

Kalau klub tidak bayar ke pemain, dampaknya sangat besar. Pemain akan tuntut ke klub dan ke APPI juga

TRI BUN MEDAN/Ilham Fazhir Harahap
Sekum PSMS Julius Raja (kiri) bersama Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang 

Laporan Wartawan Tribun Medan Ilham Fazrir Harahap

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum juga memberikan kepastian terhadap klub-klub untuk mencairkan dana subsidinya. Hingga saat ini, LIB baru membayar termin pertama.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita sempat buang badan saat ditanya kapan kepastian dana subsidi untuk klub-klub dicairkan. Pasalnya, ia menyebut masih baru menduduki jabatan sebagai Dirut yang baru.

Klub Liga 2, PSMS Medan terus menagih dana subsidi yang dijanjikan oleh PSSI. Mengingat mereka tengah membutuhkan dana untuk membayar gaji pemainnya.

Kemudian, Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Julius Raja mengatakan terkait Dirut PT LIB yang belum beri kepastian hanya alibi saja. Ia menilai harusnya Bisa mengatasi masalah tersebut bukan membuat bingung klub.

"Memang ini yang kami kejar terus, mengenai subsidi untuk termin kedua sebesar Rp 300 juta. Untuk bulan April, Mei dan Juni yang harus mereka berikan. Sampai sekarang belum ada kepastian," ujar Raja, Selasa (30/6/2020).

"Mengenai Dirut LIB yang baru, itu hanya akal-akalan saja. Mestinya kan dia sebelum masuk, wajib mempelajari situasi perusahaan dan bisa menyelesaikan masalah ini. Berapa hutang dan berapa piutang dan bagaimana rencana ke depan. Dalam hal ini saya pikir Dirutnya sudah paham," tambahnya.

Raja juga mengatakan saat ini PSMS tengah mencari dana untuk membayar gaji pemain untuk Bulan Juli.

Sesuai surat dari PSSI terkait kelanjutan kompetisi dan gaji pemain, klub masih bisa membayar gaji sebesar 25 persen sampai Agustus.

Sebelumnya di Bulan Maret hingga Juni juga bayar 25 persen.

"Dalam hal ini yang paling sulit adalah Klub. Karena tidak mempunyai sumber pemasukan. Sementara kami klub telah membayar gaji pemain dari Bulan Maret, April, Mei dan juni. Kami juga akan berpikir dan mencari jalan keluar untuk bayar gaji bulan Juli," bebernya.

Lanjut Raja, PSMS tak mau dituntut oleh pemain jika tidak membayar gaji.

Ia pun berharap PT LIB memberikan kabar baik sebelum kompetisi digulirkan lagi.

"Klub juga harus memenuhi kebutuhan per bulan. Karena sudah teken kontrak dengan pemain. Kalau klub tidak bayar ke pemain, dampaknya sangat besar. Pemain akan tuntut ke klub dan ke APPI juga," pungkas lelaki yang akrab disapa King ini.

(lam/tri bun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved