Breaking News:

Sehari 2 Ribu Akun Coba Membobol Bank Pelat Merah Ini, Modus Top Up ke Akun LinkAja

Saat kejadian tersebut, terdapat 45 ribu kali percobaan transaksi yang dilakukan 2 ribu akun berbeda di seluruh Indonesia.

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Dua saksi dari BRI pusat memberikan keterangan di ruang cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (30/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang kasus kejahatan perbankan pembobolan uang Rp 1,1 miliar modus transaksi top up dari salah satu bank pelat merah ke akun LinkAja, kembali digelar di PN Medan, Selasa (30/6/2020).

Sidang kali ini menghadirkan dua orang saksi dari pihak Bank pusat. Yakni Andri Juniarsah, selaku pegawai bagian investigasi, dan M Randi Dasmon Ibrahim, selaku Kepala Bagian IT pusat.

Dalam kasus ini, ada tiga warga Medan yang jadi pesakitan yaitu Riky alias Ridwan (30), Jonny Chermy (33), dan Alianto (29).

Saksi menyebutkan bahwa terjadi kesalahan sistem sekitar satu hari untuk transaksi top up ke LinkAja.

Saat kejadian tersebut, terdapat 45 ribu kali percobaan transaksi yang dilakukan 2 ribu akun berbeda di seluruh Indonesia.

"Terdapat 45 ribu kali transaksi yang mulia, dan dari dua ribu akun yang berbeda," ujar Randi kepada majelis hakim Imanuel Tarigan.

BREAKING NEWS: Kepala Desa Mompang Julu Mengundurkan Diri Setelah Ricuh di Madina, Pembagian Bansos

MELONJAK Lagi, Hari Ini Ada 71 Kasus Baru Positif Covid-19 di Sumut, Total Sudah 1.551 Orang

Brutalnya Demo BLT di Madina, 6 Polisi Terluka Dilempari Batu dan Kayu, Mobil Wakapolres Dibakar

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut murni kesalahan bank di mana terjadi error pada sistemnya.

"Memang murni kesalahan dari kami yang mulia, eror terjadi pada sistem kami," ujarnya.

Majelis hakim kemudian menanyakan apakah sistem error itu juga berdampak hilangnya uang masyarakat.

"Tidak Yang Mulia, itu semua uang bank,” jawabnya.

Ia menjelaskan bahwa uang tersebut tertukar melalui sistem, dan uang nasabah tidak berkurang di rekening masing-masing.

"Kan error di kami Yang Mulia, jadi (saldo) di bank gak berkurang, di LinkAja bertambah, itu hanya kesalahan sistem, dan uang nasabah belum ada berkurang di rekening masing-masing," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa kejadian itu hanya berlangsung selama satu hari saja.

Saksi Andri Juniarsah, selaku bagian Investigasi, menjelaskan bahwa terdakwa Jhonny Chermy adalah pelaku pertama yang dapat diidentifikasi oleh tim mereka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved