Breaking News:

Pemkab Taput Sudah Tetapkan Protokol Acara Adat/Pesta, jika Dilanggar Akan Dibubarkan

Bupati Nikson menyampaikan Forkopimda Taput telah menetapkan sejumlah aturan terkait acara adat atau pesta di wilayah Taput.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Ist
Forkopimda Taput ketika menetapkan suatu Penerapan Protokol Acara Adat/Pesta di Era Menuju Tatanan Hidup Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Utara. 

3. Pihak gereja wajib menyediakan APD seperti alat pengukur suhu tubuh, wastafel dan hand sanitizer.

4. Jumlah yang boleh memasuki lokasi hanya 20 persen dari kapasitas lokasi.

5. Peserta harus mengatur jarak minimal 1 meter

6. Semua tamu wajib pakai masker.

7. Tamu yang datang dari luar Tapanuli Utara wajib menunjukkan surat keterangan uji rapid test yang masih berlaku, apabila tidak ada maka aparat/petugas wajib mengembalikan yang bersangkutan ke daerah asalnya.

“Aturan ini bukan semata-mata untuk kepentingan Pemerintah tapi untuk kepentingan kita semua, ini persoalan nyawa dan persoalan kehidupan kita," kata Wabup saat sosialisasi.

Acara pranikah dan pemberkatan pernikahan di gereja, disebut Sarlandy, harus selesai sebelum 10.30 dan tidak diperkenankan bersalaman.

Apabila ketentuan protokol kesehatan tidak dipatuhi, maka tim keamanan gugus tugas penanganan Covid-19 berhak membubarkan acara tersebut.

TANGIS Dokter Sugih Wibowo Rawat 190 Pasien Seorang Diri, Berlinang Air Matanya Rindu Keluarga

Usai Kepergok di Hotel, Pelakor Ini Malah Sengaja Bikin Video Mesum lalu Dikirim ke Istri Sah MY

Wakil Bupati juga menjelaskan tentang ketentuan tata cara penguburan mayat yang bukan pasien positif Covid-19 yang dibagi 2 yaitu ‘sarimatua dan saurmatua’.

Pihak keluarga yang berduka wajib melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten, termasuk pelaksanaan pesta adat lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved