Gelar Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Medan Khawatirkan Hal Ini
Menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi merupakan pertama kalinya bagi KPU dan KPU membutuhkan peran media untuk mengedukasi masyarakat.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.Com, MEDAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tantangan Sosialisasi Pilkada Kota Medan 2020 di Tengah Pandemi Covid-19 Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020.
Dalam kegiatan yang digelar di Hotel Le Polonia Hotel and Convention Jalan Jendral Sudirman Nomor 14, Ketua KPU Kota Medan Agussyah R Damanik mengatakan, KPU berkomitmen dalam menerapkan Pilkada.
"KPU berkomitmen menjaga kesehatan selama Pilkada dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Komitmen kami tentu menjaga itu, dan dalam situasi ini, itu merupakan tantangan bagi kami," ujarnya, Sabtu (4/7/2020).
Agussyah menyebut, menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi merupakan pertama kalinya bagi KPU.
Karena itu, pihaknya membutuhkan peran media untuk mengedukasi masyarakat.
• Mendagri Sebut Pilkada di Masa Pendemi Covid-19 Jadi Ajang Adu Gagasan Calon Menekan Corona
"Karena media sangat penting dan berkaitan dengan persepsi masyarakat terkait KPU maupun menyikapi pandemi ini," katanya.
Dengan komitmen ini, Agussyah berharap masyarakat tidak ragu bahwa penyelenggaraan Pilkada yang diselenggarakan menggunakan protokol kesehatan.
"Dan kita pastikan semua tahapan mengikuti protokol kesehatan," katanya.
Komisioner KPU Jefrizal mengatakan, menyelenggarakan Pemilu di tengah pandemi tentunya memiliki kekhawatiran munculnya hoaks. Sehingga masyarakat enggan datang untuk mencoblos.
"Kekhawatiran KPU muncul hoaks pemilu model baru. Prediksi saya, hoaks yang paling mudah muncul agar pemilih tidak datang adalah terkontaminasinya bahan logistik. Karena bagi kami ukuran sukses atau tidak adalah partisipasi pemilih," ungkap Jefrizal.
• BERITA FOTO Mendagri dan Menkopolhukam Berkunjung ke Medan Rakor Kesiapan Pilkada 2020
Jefrizal mencontohkan, salah satu hoaks yang mungkin muncul adalah terpaparnya kotak suara KPU. Sehingga pemilih mengurungkan niat untuk pergi menggunakan hak suaranya.
"Mungkin saja nanti muncul di media sosial, kotak suara KPU terpapar Covid-19. Inilah kami harapkan peran dari media untuk mengedukasi masyarakat," ujarnya.
Ditambahkan Jefrizal, berhasilnya pelaksanaan pemilu di tengah pandemi akan membuat Indonesia naik kelas. Karena pemilu kali ini memang berbeda dari sebelumnya.
"Momentum naik kelasnya juga dilihat dari Korea Selatan, mereka sukses melaksanakan pemilu di tengah pandemi. Kenapa kita tidak? Kita butuh bantuan media untuk mengedukasi masyarakat," katanya. (yui/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pilkada-medan-pandemi.jpg)