Breaking News:

Update Covid19 Sumut 5 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Dairi Akhirnya Nihil, Gugus Tugas: Itu Berkat Kerja Sama Semua Pihak

Kabar gembira datang dari Kabupaten Dairi, Sumut. Kasus Covid-19 di kabupaten berjuluk Bumi Sulang Silima ini akhirnya nihil.

Penulis: Dohu Lase | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
Petugas menunjukkan sampel saat tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) secara 'drive thru' di halaman Rumah Sakit USU, Medan, Sumatera Utara, Selasa (9/6/2020). Tes diagnostik cepat secara gratis yang digelar pihak Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Kabar gembira datang dari Kabupaten Dairi, Sumut. Kasus Covid-19 di kabupaten berjuluk Bumi Sulang Silima ini akhirnya nihil.

Dengan begitu, Dairi kini tinggal selangkah lagi menuju New Normal alias tatanan hidup normal baru, lantaran mesti menunggu penetapan status Zona Hijau dahulu dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut.

"Per tanggal 3 Juni kemarin, kita nihil," kata Ketua Pokja Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dairi, Rahmatsyah Munthe, Minggu (5/7/2020).

Rahmat mengatakan, satu pasien positif Covid-19 terakhir dari Dairi, berinisial CRS (35), telah diswab-test ulang usai diisolasi 14 hari. Hasilnya, negatif.

"Keberhasilan menekan kasus Covid-19 ini terwujud berkat kerja sama yang baik dari semua pihak. Hal itu juga tak lepas dari strategi yang kita laksanakan, yakni upaya deteksi dini, sosialisasi yang masif, dan menerapkan protokol kesehatan di tengah masyarakat," ujar Rahmat.

Rahmat mengaku, berbagai cara telah dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Dairi untuk memutus penyebaran Covid-19.

Mulai dari pemeriksaan ketat di perbatasan, wajib karantina bagi pelaku perjalanan asal daerah Zona Merah di rumah singgah selama 14 hari, hingga menggalakkan Rapid Test dan pengawasan isolasi mandiri terhadap PDP, ODP, dan OTG.

"Bahkan, mulai hari ini, setiap orang yang melewati perbatasan, hendak masuk Dairi, diharuskan untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi," kata Rahmat.

Untuk mempertahankan kasus Covid-19 di Dairi tetap nihil, sambung Rahmat, Gugus mengimbau seluruh masyarakat, baik sipil, ASN, pegawai BUMN/BUMD, maupun TNI dan Polri, untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi dari PlayStore atau AppStore, agar mempermudah Gugus memonitor pergerakan masyarakat, terutama pendatang.

Gugus juga berharap, masyarakat Dairi terus melestarikan kebiasaan social and pshysical distancing, dan protokol pencegahan penularan Covid-19 sehari-hari.

"Diminta kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin. Senantiasa memakai masker, sering-sering cuci tangan, jaga jarak fisik, dan jauhi kerumunan," ujat Rahmat mengakhiri.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved