Breaking News:

TFC: Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, Melihat 2600 Spesies dari Penjuru Dunia

Di tempat ini pengunjung dapat melihat lebih dari 2600 spesies dari penjuru dunia. Mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.

TRIBUN MEDAN/HO
RAHMAT International Wildlife Museum and Gallery merupakan tempat yang ideal untuk lebih mengenal keanekaragaman satwa. 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Berkunjung ke museum bisa menjadi satu alternatif menyenangkan saat mengisi hari-hari Anda. Di Kota Medan tepatnya di Jalan S Parman No 309, Rahmat International Wildlife Museum and Gallery merupakan tempat yang bagus untuk lebih mengenal keanekaragaman satwa.

Manager Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, Nelly R mengatakan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah satu-satunya di Asia yang telah masuk Record Book, menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional dalam bidang konservasi, pelestarian, pencegahan kepunahan satwa liar dan habitatnya.

"Di tempat ini pengunjung dapat melihat lebih dari 2600 spesies dari penjuru dunia. Mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar," ujar Nelly.

Ia mengaku, sebelumnya Rahmat International Wildlife Museum and Gallery ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof Dr Juwono Sudarsono, MA pada tanggal 14 Mei 1999. Kemudian pada tanggal 13 November 2007, kembali diresmikan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, MA.

"Karena besarnya minat masyarakat maka dilakukan perluasan bangunan baru yang megah dan impresif sehingga semakin lengkap. Bangunan ini diresmikan oleh Presiden RI H Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 13 November 2007," katanya.

Ia menjelaskan sebagai lembaga konservasi pada tanggal 28 November 2013, telah dilakukan pengembangan lagi oleh Menteri Kehutanan RI, H. Zulkifli Hasan, SE, MM. Museum ini juga memiliki legend hall penempatan ratusan koleksi pribadi para legendaris dan maestro dunia dan telah diresmikan oleh Wakil Presiden RI, H.M. Jusuf Kalla pada tanggal 30 Juli 2016.

"Pengembangan gallery kita ini sudah sudah beberapa kali, pengunjung tak hanya wisatawan lokal tapi juga wisatawan mancanegara. Pengunjung kita itu beragam, ada juga tokoh-tokoh terkenal, mulai dari presiden, wakil presiden, miss universe, dan lainnya," ucapnya.

PROMO TFC PREMIUM: Dapatkan Tiket Masuk Gratis ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery

Diakuinya, pendiri Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, DR H Rahmat Shah adalah seorang penggemar olahraga berburu profesional dunia dan seorang konservasionis serta pencinta alam yang telah berpetualang di berbagai penjuru dunia untuk mempelajari konsep konservasi dengan pemanfaatan.

Konsep Safari Club Internasional (SCI) yang telah diterapkan oleh berbagai negara diantaranya Amerika, Kanada, Rusia, Jerman, Turki, Inggris, Perancis, Italia, Spanyol, Austria, China, Kazakhstan, Romania, Mexico, Mongolia, Iran, Pakistan, Australia, New Zealand, Afrika dan negara lainnya guna mencegah kepunahan satwa liar sekaligus mempertahankan hutan habitatnya.

KOLEKSI satwa di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery.
KOLEKSI satwa di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery. (TRIBUN MEDAN/NATALIN)

"Melalui Rahmat International Wildlife Museum and Gallery ini, beliau mengajak kita untuk lebih mengenal keanekaragaman satwa liar yang ada di dunia kepada masyarakat dari berbagai kalangan agar turut peduli dan terpanggil untuk lebih menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan satwa liar. Warisan ini untuk anak cucu kita karena flora dan fauna bukan hanya milik suatu negara tetapi milik dunia," ucap Nelly.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved