Breaking News:

Berbulan-bulan Kehilangan Pendapatan, Ini Kata Pelaku Usaha Wisata di Samosir

Wabah virus corona memukul para pelaku usaha sektor pariwisata. Tak terkecuali di Samosir, Sumatera Utara.

TRIBUN MEDAN/Ist/Dok Samosircamp
Aktivitas wisata out door Samosir Camp sebelum Corona melanda di Kabupaten Samosir 

TRI BUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Wabah virus corona memukul para pelaku usaha sektor pariwisata. Tak terkecuali di Samosir, Sumatera Utara.

Diana boru Situmorang, pengusaha wisata outdoor rental tenda kemping "Samosircamp", mengaku sudah berbulan-bulan kehilangan pendapatan.

"Sudah sejak lama saya kehilangan mata pencarian,"ujar Diana ketika ditemui Tribun di Tomok, Kecamatan Simanindo Samosir, Selasa (7/7/2020).

Diana menilai Pemkab Samosir sudah selayaknya membuka diri untuk wisatawan seperti halnya Simalungun. Asalkan protokoler kesehatan tetap dijalankan.

Kata Diana, biasanya dalam seminggu tenda kemah yang diusahainya minimal terjual 5 unit. Belum lagi bila akhir pekan, pelanggan bisa lebih banyak dari yang diperkirakan.

Setelah Covid, biaya kehidupan sehari-hari pun mulai berat.

Tenda kemah bahkan melapuk di gudang karena tidak ada yang menyewa.

Pada Juli 2020 ini berembus kabar Samosir telah terbuka untuk wisatawan seiring berjalannya new normal.

Kabar itu sempat melegakan hatinya.

Namun, hal berbeda disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samosir, Rohani Bakkara, bahwa sampai 30 Juli mendatang wisata Samosir secara nasional masih tertutup bagi wisatawan demi menghindari Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved