Breaking News:

Terkini 20 Tersangka Kerusuhan di Madina

Kapolda Sebut Ada Dua Kades di Madina Mundur Akibat Diperas 30 Persen Jatah BLT

Dua kepala desa tersebut mengundurkan diri tersebut karena tak menyanggupi permintaan kelompok pemeras 30 persen dana BLT.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
KAPOLDA Sumut menyebutkan sudah ada dua kepala desa di Kabupaten Mandaling Natal yang mengundurkan diri imbas dari pemerasan BLT berkedok aksi. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolda Sumut menyebutkan sudah ada dua kepala desa di Kabupaten Mandaling Natal yang mengundurkan diri sebagai imbas dari pemerasan BLT berkedok aksi.

Martuani Sormin menyebutkan dua kepala desa tersebut mengundurkan diri tersebut karena tak menyanggupi permintaan kelompok pemeras 30 persen dana BLT.

"Ini di Madina sudah ada dua kepala desa yang mengundurkan diri karena tidak ada memberikan seperti permintaan kelompok ini yaitu memberikan 30 persen dari dana BLT," tuturnya saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (8/7/2020).

Ia juga menegaskan bahwa dirinya berada di pihak para Kepala Desa, dan meminta apabila ada pemerasan agar segera melaporkan kepada pihaknya.

Ditanyai Kapolda Sumut, Pelaku Kericuhan Madina Saling Buang Badan, Tak Akui Minta Jatah 30% BLT

"Tolong sampaikan kepada seluruh kades di Sumut tidak ada yang boleh meminta yang bukan peruntukannya. Laporkan, pasti kami tindak, saya akan mendukung kepala desa untuk berani melaporkan ada orang lain yang meminta komisi dari BLT. Kita warning kepada siapapun untuk tidak ada yang boleh memeras kepala desa dengan alasan unjuk rasa," tutur Martuani.

Namun, terkait dengan kebenaran apakah ada Kades yang memotong dana BLT, ia menyebutkan belum ada menemukan.

"Kami punya bukti bahwa mereka minta jatah 30 persen dari dana BLT. Kalau yang politis-politis di kabupaten Madina saya belum temukan," tuturnya.

Seorang orator pada saat aksi dan diwawancarai mengaku motif dirinya ikut aksi hanya ingin menurunkan kepala desa.

"Saya sebagai orator aksi, sebagai mahasiswa , motivasi saya untuk menurunkan kepala desa. Kalau saya pribadi tidak ada (minta jatah)," tuturnya saat diwawancarai Martuani.

Detik-detik Kapolda Irjen Pol Martuani Sormin Kesal dengan Tersangka Kerusuhan Madina

Pelaku lainnya, yang matanya terlihat lebam dan merah juga tak mengakui hal tersebut. Ia malah menyebutkan nama orang lain yang memerintahkannya.

"Tidak ada pak, Yang nyuruh  yang bilang," sebutnya.

Sontak, hal tersebut membuat Martuani geram dan mengatakan bahwa selama menjabat 33 tahun, tidak ada tersangka yang mengakui perbuatannya.

"Saya sudah 33 tahun jadi polisi, dan tidak ada tersangka yang mengaku. Kalau semua tersangka mengaku akan penuh semua penjara," tuturnya.(vic/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved