Breaking News:

Dukungan Danau Toba Sebagai Global Geopark Terganjal Refocusing Anggaran

Kabupaten Simalungun masih menjual destinasi pemandangan alam untuk mendukung status Danau Toba Global Geopark UNESCO.

TRIBUN MEDAN/M ANIL
SEORANG pengunjung tengah berenang sambil menatap pemandangan Danau Toba, Kamis (16/4/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun, Resman Saragih menyampaikan upaya untuk mendukung Danau Toba sebagai Global Geopark yang ditetapkan oleh UNESCO, terganjal refocusing anggaran.

Sebelum ini, Dinas Pariwisata sudah memikirkan banyak hal untuk Danau Toba.

"Kalau program sudah dari kemarin-kemarin dibuat, namun realisasinya bagaimana? Kita terhambat dengan refocusing sehingga realisasinya berbeda dari rencana," ujar Resman.

Dirinya mengamini adanya wacana untuk memasukkan program pemberdayaan masyarakat lokal dan lingkungan hidup bentaran alam dan masyarakat Danau Toba yang berada di kawasan Kabupaten Simalungun pada RAPBD 2021.

Sekda Simalungun: Progam Danau Toba Global Geopark Akan Dimasukkan ke RAPBD 2021

Namun katanya, semua tergantung kondisi dan perhatian dinas-dinas yang lain.

"Kita sudah wacanakan seperti apa program, tapi tergantung Bapeda bagaimana. Juga bagaimana dinas dinas yang lain melihat Danau Toba," ujar Resman.

Kabupaten Simalungun, ujar Resman boleh berbangga dengan kelengkapan fasilitas dan prasarana untuk mendukung aktivitas wisatawan.

Semua level hotel dimiliki oleh kabupaten yang dipimpin JR Saragih ini.

"Mau level bintang 5 atau sekadar bungalow kita punya. Cuma bandara yang kita nggak punya. Kita yang paling lengkap soal sarana dibanding kabupaten lain yang ada di Danau Toba," ujarnya.

Kaldera Toba Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geopark, Sihar Sitorus: Penantian Panjang Terkabul

Resman menyampaikan, Kabupaten Simalungun masih menjual destinasi pemandangan alam untuk mendukung status Danau Toba Global Geopark UNESCO.

Selain Parapat yang cukup awam dikenal di Indonesia, titik lain yang populer di kalangan wisatawan lokal adalah Sidamanik, beberapa pantai di Tiga Ras, Bukit Indah Simarjarunjung, dan Binahal Indah Resort Pematang Silimakuta.

Ada pula Konservasi Gajah di Aek Nauli, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, yang sedang mempersiapkan berbagai produk dari kotoran gajah untuk menyeimbangkan limbah, yang lokasinya tak jauh dari Parapat.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved