Breaking News:

Kaldera Toba Ditetapkan Jadi UNESCO Global Geopark, Kerusakan Danau Toba Masih Masif

Tebing-tebing sepanjang pebukitan Danau Toba, tepatnya di Desa Sampuara Panamean Kabupaten Toba, terus tergerus akibat aktivitas tambang batu.

TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Pebukitan Toba tergerus akibat penambangan batu ilegal 

Malah, saat ini muncul ikan-ikan predator pemangsa ikan asli Toba yang ditabur orang tak bertanggung jawab.

"Persoalan lumayan komplit memang. Nah di sinilah peran dan kebijakan pemerintah seharusnya hadir memberi solusi. Karena kalau itu berhenti mereka kehilangan mata pencaharian. Yang kaya bukan mereka, tapi tauke-tauke dari Balige. Sementara lingkungan rusak," sebut Prengki.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Horas Bangso Batak (DPP HBB) Lamsiang Sitompul menyampaikan kekecewaanya terhadap para penegak hukum yang seakan tutup mata akan persoalan Galian C yang merusak perbukitan Danau Toba yang sudah lama beroperasi ini.

“Seharusnya ada kepekaan dan tanggung jawab aparat terkait untuk menutup tempat penambangan Galian C tersebut dan menindak pemiliknya sesuai dengan undang-undang yang berlaku demi melestarikan dan melindungi perbukitan Danau Toba," ujarnya.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup Toba Mintar Manurung dikonfirmasi wartawan belum bisa memberi keterangan.

(Jun-tri bun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved