Breaking News:

Setahun Berlalu, Kejari Siantar Koneksikan Penahanan Kadiskominfo Siantar ke Rutan

Kejari menetapkan Posma Sitorus sebagai tersangka di tahun 2019. Hanya saja, Kejari tak kunjung melakukan penahanan hingga sekarang ini.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
KASI Pidsus Kejari Siantar Dostom Hutabarat menerima wawancara wartawan saat hendak masuk ke mobilnya. 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pematangsiantar, Posma Sitorus sudah sampai pada tahap status tersangka yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar setahun lalu.

Terkait hal ini, Kasi Pidana Khusus Kejari Siantar Dostom Hutabarat yang ditemui saat hendak menuju mobilnya menyampaikan, ada upaya untuk menahan Posma Sitorus ke Rutan. Namun terkendala oleh pencegahan pandemi Covid-19.

"Kami lagi koneksikan dengan pihak Rutan (Rumah Tahanan). Karena masa Covid-Covid ini kan tidak boleh padat-padat,” tutupnya.

Dostom mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya memanggil kembali Posma Sitorus untuk melengkapi pemberkasan kasus proyek Smart City yang menyeretnya menjadi tersangka.

Ia menambahkan, berkas yang mereka kerjakan itu sudah rampung 95 persen.

Korupsi Pengadaan Lahan Pengadilan Agama di Dairi yang Jalan di Tempat Segera Disidangkan

Dostom juga berjanji sesegera mungkin akan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tipikor setelah besaran kerugian keuangan negara diketahui melalui BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sebesar Rp 450 juta.

“Untuk kelengkapan berkas kita panggil lagi kemarin, ada yang kita tanyakan. Dia (Posma) dan Acai,” terangnya.

Dostom mengakui berkas yang kurang tersebut baru diketahuinya setelah gelar perkara.

“Karena kemarin aku merasa sudah siap di penyidik, tetapi pas digelar ada kekurangan yang perlu ditambahi. Kebetulan dari beberapa kali gelar ada beberapa hal yang perlu dipertanyakan. Makanya dari hasil rekomendasi rapat, dia dipanggil lagi,” ucapnya.

Besok, PN Medan Gelar Sidang Perdana Dugaan Korupsi Surat Berharga Bank BUMD Rp 202 Miliar

Ia mengaku bahwa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) perkembangan kasus ini juga ada ditangan tersangka.

Sebagaimana diketahui, kasus ini sendiri mulai ditangani Kejari Pematangsiantar sejak tahun 2017.

Kemudian Kejari menetapkan Posma Sitorus sebagai tersangka di tahun 2019. Hanya saja, Kejari tak kunjung melakukan penahanan hingga sekarang ini.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved