16 Pemain yang Tetap Latihan Akan Dapat Uang Transport di Luar Gaji 25 Persen

Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Julius Raja mengakui sistem penggajian pemain sejak Covid-19 sempat menuai protes.

Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan/Sofyan Akbar
Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Medan Julius Raja. 

Laporan wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Julius Raja mengakui sistem penggajian pemain di masa pandemi Covid-19 ini, sempat menuai protes.

Pasalnya, mulai Maret sampai Juni para pemain PSMS Medan tidak latihan dan tetap mendapat gaji sebesar 25 persen.

Namun, mulai bulan Juli ini sejumlah pemain mulai berlatih setelah adanya kepastian kompetisi Liga 2 kembali bergulir.

"Sesuai instruksi dari PSSI dan LIB bahwa penggajian bulan Juli dan Agustus itu masih 25 persen," katanya, Jumat (10/7/2020).

Bagi pemain yang mengikuti latihan, kata Julius Raja, pihaknya mengantisipasi dengan menggantikan uang transport.

"Sedangkan bagi pemain yang berada di luar Kota Medan atau berada di luar kota seperti Sitepu dan kawan-kawan tetap TC di sini," terangnya.

Artinya, konsumsinya pagi dan sore mereka mau latihan secara pribadi silakan, dan tetap gizi mereka diperhatikan.

"Jadi ada penambahan pengganti uang transport. Ini tidak termasuk gaji mereka yang 25 persen, kami tambahkan pengganti uang transport," akunya.

Ia menyatakan gaji 16 pemain yang masih latihan akan ditambah dengan uang transport.

"Jadi selain menerima yang 25 persen, juga mendapat uang transport. Sedangkan yang tidak latihan, cuma terima 25 persen," katanya.

Rencananya, kata pria yang akrab disapa King ini, para pemain gajian tanggal 10 sampai tanggal 12.

(akb/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved