Breaking News:

Karyawan Bank Jatim Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M Untuk Berfoya-foya

Ada sekitar Rp 2,9 miliar yang dipulangkan ke nasabah. Sedangkan sisanya Rp 4,7 miliar lebih menjadi kerugian pihak bank.

Editor: Royandi Hutasoit
Surya.co.id
Suasana Bank Jatim 

Nominalnya beragam, mulari dari Rp 30 juta sampai Rp 50 juta.

Sedangkan uang nasabah peroranga yang digelapkan dari Rp 250 juta hingga Rp 800 juta.

Ada dua modus yang  dilakukan oleh Ani dalam melakukan aksinya.

Pertama, dengan memalsukan tanda tangan nasabah untuk penarikan uang.

Kedua, dengan cara merayu calon nasabah untuk menabung di Bank Jatim.

Untuk membuat orang tertarik menjadi nasabah, Ani mengiming-imingi hadiah berupa peralatan elektronik rumah tangga.

Namun uang yang seharusnya ditabung di bank malah dimanfaatkan untuk keperluan pribadinya.

Sidang pembacaan putusan dilaksanakan secara daring menggunakan video conference.

Ani Fatini berada di Lapas Kelas II A Pamekasan, sedangkan majelis hakim dan jaksa berada di PN Pamekasan.

Agus, jaksa kasus tersebut menyatakan menerima atas putusan hakim.

Kasus raibnya uang nasabah ini mulai terendus pada Agustus 2019.

Sejumlah kepala desa di Kecamatan Galis terkejut karena uang di rekening desa raib secara misterius.

Uang DD yang hilang bervariasi mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 50 juta. Sejak saat itu pihak Bank Jatim banyak menerima keluhan dari kepala desa.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Pamekasan oleh Kepala Bank Jatim Pamekasan, Arif Firdaus.

Ani Fatini langsung dipecat sebagai karyawan Bank Jatim Pamekasan. 

(Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Beli Rumah, Tas, dan Jalan-jalan ke Luar Negeri"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved