Kapolsek Percutseituan Dicopot

Oknum Polisi Percutseituan Diperiksa Propam terkait Dugaan Aniaya Saksi, Respons KontraS Sumut

Kita mendukung kepolisiaan melakukan penegakan disiplin tersebut secara profesional dan transparan

HO/tri bun medan
Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam saat menyampaikan keterangan, Jumat (10/7/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN-

KontraS Sumut mendukung kinerja kepolisian dalam penerapan disiplin secara profesional dan transparan atas pemeriksaan terhadap sejumlah oknum polisi Polsek Percutseituan.

Sebagai mana diketahui, sejumlah oknum polisi baik perwira maupun Brigadir menjalani proses pemeriksaan oleh Bidpropam terkait dugaan kasus yang dialami saksi pembunuhan di Kecamatan Percutseituan beberapa waktu lalu.

Saksi pembunuhan yang bernama Sarpan mengalami bekas lembam di beberapa bagian tubuh dan wajahnya.

Terkait kejadian tersebut, Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam mengatakan bahwa itu pelanggaran prosedur pemeriksaan.

"Dalam KUHAP tersangka saja punya hak yang harus di penuhi polisi. Apalagi cuma sekedar saksi. Saya kira korban harus segera laporkan kasus itu ke Propam, sekaligus buat laporan ke pidana umum atas dugaan penyiksaan yang diduga dialaminya selama berada di polsek. Terlepas siapaun pelakunya, apakah polisi atau bukan, justru itu pentingnya kasus ini dilaporkan secara pidana," ujarnya.

Lanjut Amin, pendekatan untuk kasus ini kiranya harus diselesaikan secara hukum.

"Supaya jadi preseden agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Jangan cuma didiamkan, lalu minta maaf dan berdamai. Dukungan masyarakat diperlukan untuk mengawal kasus2 semacam ini. Selain itu, si korban juga harus mendapat rehabilitasi dan dipulihkan nama baiknya," bebernya.

Terkait pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan sejumlah oknum polisi, sambung Amin, hal tersebut kan sanksi dari pemeriksaan etik melalui propam.

"Kita mendukung kepolisiaan melakukan penegakan disiplin tersebut secara profesional dan transparan. Selain itu yang patut kita tunggu adalah soal sanksi pidananya," ungkapnya.

lanjutnya, kepolisian juga harus mampu mengungkap siapa sebenarnya pelaku pemukulan terhadap Sarpan.

Agar tidak ada asumsi-asumsi yang bermunculan bahwa aparat bisa kebal hukum jika melakukan kesalahan

"Saya kira proses hukum pidana dan sanksi etika ini sama pentingnya untuk membuktikan kepolisian mampu menegakkan hukum secara baik dan benar," pungkasnya.

3 Perwira Polsek Percut Seituan Dicopot, Kapolsek Diganti terkait Saksi Kasus Pembunuhan Dipukuli

BREAKING NEWS: Babak Baru Saksi Dianiaya Oknum Polisi, Kapolsek Percut Dicopot, 8 Petugas Disidang

(mft/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved