Breaking News:

Dukung Kaldera Toba Sebagai UNESCO Global Geopark, Jimmy Sihombing Tanam Pohon di Silahisabungan

Jimmy mengungkapkan penetapan ini memberikan kesempatan untuk bertanggung jawab menjaga keindahan danau vulkanik tersebut.

Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Royandi Hutasoit
Tribun Medan / HO
Wakil Bupati Dairi Jimmy Sihombing menanam pohon dan memungut sampah di Bukit Siattar Atas Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sabtu (11/7/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kaldera Toba telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark oleh Badan Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) PBB, Selasa (7/7/2020).

Penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark, merupakan proses panjang dari upaya bersama berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah Pusat dan daerah maupun masyarakat setempat yang tinggal di kawasan danau Toba.

Keberhasilan Kaldera Toba menjadikan semangat bagi setiap kepala daerah di Kawasan Danau Toba (KDT). Tak kecuali Wakil Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing.

Jimmy mengungkapkan penetapan ini memberikan kesempatan untuk bertanggung jawab menjaga keindahan danau vulkanik tersebut.

Apalagi, Danau Toba Silalahi yang berada di Kabupaten Dairi tengah populer bagi para pelancong.

"Dengan ditetapkannya Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark, tentu memberikan kesempatan dan sekaligus juga tanggung jawab bagi kita semua, khususnya bagi masyarakat Dairi, terutama yang ada di Kecamatan Silahisabungan untuk meningkatkan dan terus menjaga kelestarian lingkungan dan keutuhan dari Kawasan Kaldera Toba ini," ujar Jimmy, Sabtu (11/7/2020).

Wakil Bupati Dairi Jimmy Sihombing menanam pohon dan memungut sampah di Bukit Siattar Atas Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sabtu (11/7/2020).
Wakil Bupati Dairi Jimmy Sihombing menanam pohon dan memungut sampah di Bukit Siattar Atas Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sabtu (11/7/2020). (Tribun Medan / HO)

Sebagai kepala daerah dengan usia yang sangat muda atau 29 tahun, Jimmy langsung merespon dengan melakukan penanaman pohon di perbukitan Kecamatan Silalahisabungan.

Bahkan, pria yang hobi naik gunung ini bersama dengan komunitas pecinta alam menyempatkan memasang tenda di kaki bukit yang menghadap ke Danau Toba.

Tak hanya itu, Jimmy juga mengajak pemuda untuk memungut sampah yang berserakan di Bukit Siattar Atas dan Air Terjun Siringo, Kecamatan Silahisabungan.

"Dengan adanya pengakuan dan perhatian dunia terhadap Kaldera Toba, tentu harus kita dukung bersama-sama. Untuk itu, saya mengajak sejumlah pemuda yang juga peduli lingkungan melakukan penanaman pohon sekaligus bersih-bersih sampah di sekitaran Tao Silalahi ini" ujarnya.

Jimmy juga mengajak para pendaki maupun pengunjung yang datang ke Silahisabungan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusak alam Tao Silalahi.

Wabup Dairi Jimmy Sihombing Buka Suara setelah Marah Besar ke Bupati di Acara Pelantikan Pejabat

11 Nama di Kabinet Eddy Berutu - Jimmy Sihombing yang Baru Dilantik hingga Picu. . . .

"Mari kita jaga dan rawat Tao Silalahi ini, karena apa yang sudah kita tanam hari ini, nantinya kita juga yang akan menikmati hasilnya. Untuk itu, Kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan kesadaran pendaki dan masyarakat lainnya untuk tidak meninggalkan sampah di Tao Silalahi yang indah ini," tutupnya.

Pria yang juga mengurus organisasi futsal Indonesia ini menambahkan, dengan ditetapkannya Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark, dapat mendorong pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan di Kawasan Danau Toba.

"Melalui pengembangan geo-pariwisata berkelanjutan, terbuka peluang bagi masyarakat setempat untuk promosi budaya, produk lokal serta penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih luas," pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved