Breaking News:

Terminal Tanjung Pinggir Siantar Bakal Disulap Jadi Sentra Bisnis, Ada Mal dan Sasana Tinju

Ke depan, fungsi terminal bukan lagi sebatas menaikkan dan menurunkan penumpang, namun mengajak masyarakat untuk berbisnis.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
SEJUMLAH penumpang turun untuk melakukan pemeriksaan suhu dan cuci tangan di Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, Jalan AMD No. 3, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Terminal Tipe A Tanjung Pinggir Pematangsiantar tengah berbenah menjadi sentra bisnis dan titik kumpul generasi milenial masyarakat Pematangsiantar. Rencananya, niatan itu akan diwujudkan pada tahun depan.

Kabar baik ini diungkapkan oleh Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, Jumanter Pangaribuan.

Ia menyampaikan, hal itu tengah dalam konsultasi perancang bangunan.

Bus AKAP dan AKDP Beroperasi di Zona Merah Siantar, Kepala Terminal Singgung Status

"Ke depan, fungsi terminal bukan lagi sebatas menaikkan dan menurunkan penumpang, namun mengajak masyarakat untuk berbisnis. Kita juga akan gaet anak muda Siantar," ujar Jumanter saat ditemui di depan ruang kerjanya.

Ia menjelaskan nantinya di Terminal Tanjung Pinggir, sejumlah sarana dan prasarana layaknya terminal modern akan berdiri.

Bahkan Jumanter meyakini, di terminal yang luasnya hampir 4 hektar ini akan dibangun pusat perbelanjaan modern, toko suvenir dan oleh-oleh serta pusat kebugaran.

"Kita mau buat mall, atau pasar modern, kolam renang dan sasana tinju. Sebagai pendukung, kita akan bawa kemari suvenir dan Roti Ganda ke sini," ujar Jumanter.

Pantau Penerapan Protokol di Terminal, Bupati Karo Minta Sopir Ingatkan Penumpang Pakai Masker

Nantinya pengelolaan Terminal Tanjung Pinggir akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Itu sebabnya, keberhasilan modernisasi terminal ini membutuhkan semangat yang sama dengan perusahaan moda transportasi darat.

Jumanter menyampaikan, saat Terminal Tanjung Pinggir berdiri dengan wajah baru, Bus Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dilarang beroperasi di pinggir jalan umum maupun loket pribadi.

"Semuanya akan kita tarik ke sini. Gak ada yang menaikkan menurunkan penumpang di pinggir jalan lagi," tutupnya.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved