Breaking News:

Derita Lumpuh Layu Selama 11 Tahun dan Tak Punya Biaya, Tiurlan Berharap Bantuan Pemerintah

Tiurlan terakhir berobat delapan tahun yang lalu. Sesuai analisa dokter, anak tersebut didiagnosa menderita epilepsi atau retradasi mental.

TRIBUN MEDAN/ARJUNA
KONDISI Tiurlan Sinaga bocah 11 tahun yang lumpuh layu sejak lahir. 

TRI BUN-MEDAN.com, PARAPAT - Kebahagian yang seharusnya dirasakan bocah semurannya kini tak dapat dirasakan Tiurlan Sinaga (11), warga Dusun Janji Maria, Kelurahan Girsang I, Kecamatan Girsang Sipangan, Kabupaten Simalungun, Sabtu (11/7/2020).

Warga Parapat Rico Nainggolan yang mendampingi wartawan ke kediaman Tiurlan meyampaikan Tiurlan terkendala berobat dikarenakan biaya.

"Kasihan sekali adik kita ini, semoga dengan kehadiran media massa bebannya dapat berkurang. Apalagi, seperti kita lihat orangtua adik ini memang berekonomi lemah," ujar Rico.

Saat didatangi wartawan, Tiurlan terkulai. Diajak berbicara, Tiurlan tidak mampu melihat. Tatapan  matanya saja yang mengarah ke sumber suara.

Bocah yang mengenakan kaos berwarna hijau ini, hanya bisa menatap kosong ke arah langit-langit rumah. Badannya tampak kaku ditutupi kain batik.

Kaki dan tangannya membengkok termasuk jari-jari juga kaku. "Seperti inilah dia setiap hari, tidak tau mau bagaimana lagi," ujar ibunya, Dame Nainggolan.

Penderita Lumpuh Layu di Dairi Terpaksa Makan Rumput Demi Pengobatan

Upaya untuk menyembuhkan putrinya bukannya tidak dilakukan kedua orang tuanya. Persoalan perekonomian yang lemahlah yang membuat mereka terkendala.

Menurut sang ayah, Parulian Sinaga, anak kedua mereka ini terakhir berobat delapan tahun yang lalu. Sesuai analisa dokter, anak tersebut didiagnosa menderita epilepsi atau retradasi mental.

"Analisa dokter kemrin retradasi mental atau epilpsi dan dianjurkan untuk cek Elektroensefalogram yang merupakan salah satu tes yang dilakukan untuk mengukur gelombang otak atau rekam otak. Di sinilan kami kekurangan biaya," ujar Ayahnya.

BPJS yang mereka urus pun tak kunjung selesai dan semakin menghambat pengobatan putrinya.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved