Breaking News:

Mei 2020 Hanya Satu Wisatawan Mancanegara yang Berkunjung ke Sumut

BPS Sumut mencatat wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumatera Utara pada bulan Mei 2020 hanya ada 1 kunjungan

Tribun Medan/Riski Cahyadi
Wisatawan mancanegara asal Belanda menggunakan masker menaiki kapal motor melintasi perairan Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara, Minggu (22/9/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumatera Utara pada bulan Mei 2020 hanya ada 1 kunjungan.

Secara presentase jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan sebesar 94,12 persen bila dibanding dengan wisman yang datang pada bulan April 2020 yakni mencapai 17 kunjungan.

Pengamat Pariwisata Wahyu Ario Pratomo mengatakan kondisi tersebut terjadi karena penerbangan internasional di Sumatera Utara pada Mei dihentikan.

Menurutnya kondisi ini masih dapat berlangsung lama jika Sumut masih dianggap sebagai daerah yang tidak aman bagi wisatawan dan tempat wisata di Sumut masih belum siap menerima wisman.

"Misalnya Samosir yang masih menutup daerahnya untuk wisatawan hingga saat ini. Di samping itu, layanan penerbangan internasional juga sepertinya masih terbatas dan umumnya digunakan untuk keperluan bisnis saja," katanya pada Tribun Medan, Senin (13/7/2020).

Ia memperkirakan akhir tahun wisman mungkin akan masuk kembali ke Sumut ketika jumlah korban positif Covid-19 sudah menurun. Namun hal ini akan tergantung dari bagaimana kemampuan Sumut meminimalisir jumlah korban Covid-19.

"Jika sampai akhir tahun juga masih tinggi, maka Sumut tidak akan menarik bagi wisatawan asing. Bali saja baru terbuka untuk Wisman sekitar September nanti," tegasnya.

Dikatakannya menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ini sangat berdampak pada berkurangnya pendapatan usaha dan masyarakat dari akomodasi dan restoran.

Tingkat hunian kamar hotel di tempat wisata turun drastis yang kemudian mengakibatkan hotel harus merumahkan karyawannya.

"Tidak hanya merumah karyawannya, bahkan melakukan PHK. Bagi masyarakat sekitar yang membuka usaha kuliner jelas penurunan kunjungan wisatawan ini mempengaruhi pendapatannya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved