KONI Medan: Pemusatan Latihan Jangan Jadi Kluster Covid-19

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan berharap pemusatan latihan tidak menjadi kluster Covid-19.

Tribun Medan/Sofyan Akbar
Ketua Umum KONI Kota Medan Eddy H Sibarani menyerahkan bantuan alat cuci tangan dan kelengkapannya kepada Pengcab/Pengkot di Sekretariat KONI Medan, Teladan, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan berharap pemusatan latihan tidak menjadi kluster Covid-19.

Harapan ini disampaikan oleh Ketua Umum KONI Medan Eddy H Sibarani saat pembekalan dan penyerahan alat cuci tangan kepada pengurus cabang olahraga di Sekretariat KONI Medan, Selasa (14/7/2020).

"Kami berharap kegiatan-kegiatan olahraga yang dilaksanakan tidak menjadi kluster. Seharusnya dengan berolahraga malah dapat membantu mencegah Covid. Kami juga ingin pengcab dan pengkot turut mengkampanyekan bahwa dengan berolahraga dapat membuat tubuh sehat dan meningkatkan imunitas," katanya.

Sosialisasi dan pemberian bantuan diharapkan membantu para atlet dalam menjalani Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Bantuan diberikan kepada semua atau 40 Pengcab/Pengkot olahraga di bawah naungan KONI Medan. Dengan bantuan ini, kita harapkan pengcab dan pengkot dapat lebih siap dalam menghadapi AKB di masa Covid," katanya.

Adapun bantuan yang diberikan adalah tong/tempat air, berikut sabun dan serbet, serta hand sanitizer. Bantuan diterima secara simbolis oleh tujuh pengcab yakni Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi), Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Perkumpulan Kempo Indonesia (Perkemi), Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), dan Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti).

Bantuan ini menjadi bekal bagi Pengcab dan Pengkot yang ingin menggelar kegiatan dan latihan pada masa AKB. Sejak masa pandem\mi, para atlet menjalani latihan mandiri di rumah dengan mendapat arahan secara virtual dari pelatihnya. 

"Pada masa AKB ini kami melihat kemungkinan untuk menggelar kegiatan atau memulai pelatihan secara langsung dan tatap muka dan juga kegiatan. Tentu tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," terang Eddy.

Menurutnya, pengadaan bantuan ini juga sejalan dengan Perwal Wali Kota Medan No 27 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kegiatan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19.

Dalam setiap kegiatan yang digelar, pengcab dan pengkot mutlak harus menjalankan protokol kesehatan Cegah Covid -19. 

Protokol kesehatan tersebut antara lain cek suhu tubuh, kemudian selalu gunakan masker, sering cuci tangan menggunakan sabun/gunakan hand sanitizer, jaga jarak, hindari keramaian serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

"Untuk kita pahami, pandemi virus Corona belum mereda. Karena itu pesan saya, terutama untuk para atlet, supaya selalu memakai master jika keluar rumah," paparnya. (akb)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved