Mantan Pelatih PSMS Medan Suimin Diharja Tangani Persikota Tangerang

Suimin yang sudah bolak-balik menjadi pelatih PSMS Medan mengaku masih mengikuti perkembangan tim Ayam Kinantan.

Net
Pelatih Persikota Tangerang Suimin Diharja berharap PSMS Medan mendapat tiket promosi ke Liga 1 pada musim ini. 

TRIBUN-MEDAN.com - Cukup lama tak terdengar kabarnya, mantan pelatih PSMS Medan Suimin Diharja akhirnya kembali melatih klub sepak bola. 

Beberapa waktu lalu, pelatih berkarakter keras ini sepakat   menukangi tim Liga 3 Persikota Tangerang. Ia menjadi pelatih Persikota Tangerang menggantikan mantan striker Pelita Jaya era 1990-an, Powan Ngadi. 

Saat dihubungi, Kamis (16/7/2020), Suimin mengaku tertarik menangani Persikota Tangerang karena yakin dengan komitmen manajemen klub itu membangkitkan sepak bola daerah. 

"Selama ini banyak yang mau mengurus bola untuk dijadikan panggung politik. Tapi melihat situasi saat ini saya melihat misi Persikota benar. Makanya saya juga setuju memilih PPLM merger ke Persikota, dan saya pun merapatlah ke situ," ujar si mantan pelatih Persiwa Wamena. 

Pria kelahiran tahun 1959 ini menuturkan, klub yang berjuluk Bayi Ajaib ini telah merger dengan tim sepak bola Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga. 

"Selain  Persikota, banyak juga klub-klub yang mau merger. Tapi setelah duduk bareng dan diskusi panjang, saya juga merekomendasikan Persikota ke Deputi Kemenpora untuk mengambil alih tim PPLM itu," tambahnya. 

Usai didapuk jadi pelatih Persikota, Suimin mengatakan akan memulai persiapan tim pekan depan. Mereka akan menggelar seleksi pemain untuk membentuk tim. Persiapan tim ini akan dimulai Senin 20 Juli. 

"Kita akan mulai seleksi tertutup, kemudian seleksi terbuka," ungkapnya.

Suimin yang sudah bolak-balik menjadi pelatih PSMS Medan mengaku masih mengikuti perkembangan tim Ayam Kinantan. Ia pun berharap musim ini PSMSMedan mendapat promosi ke Liga 1. 

"PSMS masih tetap saya ikuti perkembangannya karena bagaimana pun PSMS tidak akan saya lupakan. PSMS Medan itu ibarat Ibu kandung yang melahirkan dan membesarkan saya. PSMS harus naik ke Liga 1 lah musim depan. Enggak pantas PSMS berada di Liga 2, apalagi kota terbesar ketiga di Indonesia," bebernya. (lam)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved